31 C
Kudus
Senin, Oktober 3, 2022
spot_img
spot_img
BerandaKOMUNITASKomunitas Rumah Pintar...

Komunitas Rumah Pintar Bangjo, Dampingi Anak-anak Jalanan Raih Pendidikan

BETANEWS.ID, SEMARANG – Prihatin dengan kondisi anak jalanan yang tidak bisa mendapatkan kesempatan belajar, mahasiswa di Semarang, bersatu membentuk sebuah komunitas yakni Rumah Pintar Bangjo untuk memberikan pelayanan belajar gratis.

Dibentuk pada tahun 2010, komunitas ini mempunyai 20 relawan mahasiswa, yang berasal dari berbagai macam universitas di Semarang.

Salah satu relawan komunitas Rumah Bangjo yang merupakan mahasiswa dari UPGRIS Alfirda Nur Hanifa mengatakan, komunitas yang ia ikuti kini mempunyai 100 anak didik dan dua titik tempat belajar.

Aktivitas di Rumah Pintar Bangjo. Foto: Kartika Wulandari.
- Ads Banner -

Baca juga: Mengenal Komunitas Nulis Aja Dulu yang Punya Puluhan Ribu Anggota di Seluruh Indonesia

“Untuk kegiatan belajarnya, kita ada dua titik, yaitu hari Senin mengajar di Boro, dan hari Kamis kita ada di Gedung Monoj Kota Lama Semarang. Kegiatan belajarnya sama, mulai pukul 16.00 sampai 17.30 WIB,” katanya.

“Relawan kita adalah mahasiswa dari berbagai universitas di Semarang. Ada yang dari UNDIP, UNNES, UPGRIS, UDINUS dan masih banyak lagi,” tambahnya.

Untuk awal mendapatkan anak didik, Firda sapaan akrabnya mengaku, yakni menggunakan cara menjemput bola, dengan menemui orang tua di sekitar Kota Lama dan Boro.

“Awal-awal ya kita yang harus menjemput bola dulu, daerah kota lama sama boro, kita temui satu-satu orang tuanya, agar anaknya dibolehkan belajar saat sore. Setelah siangnya membantu mereka jualan,” katanya.

“Tapi alhamdulillah sekarang anak didik semakin banyak, dan mereka tau dari mulut ke mulut. Anak didik kita sebagian ada yang sekolah, sebagian ada yang mengamen, jualan telur gulung, membantu jualan gorengan, dan lain-lain,” tambahnya.

Kemudian untuk kegiatan belajarnya, Firda mengatakan, memberikan berbagai macam pelajaran, mulai dari kelas menyanyi, berhitung, membaca, dan menggambar untuk anak didik TK. Dan mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan pelajaran lainya untuk anak didik SD dan SMP.

“Kita memberikan yang mereka butuhkan, kalau TK ya menyanyi, berhitung, membaca. Kalau yang sudah besar SD dan SMP kita kasih mata pelajaran seperti di sekolah pada umumnya,” ujarnya.

Baca juga: Komunitas NAD Akan Luncurkan 10 Buku Jejak Kretek Nusantara

Tidak hanya berdiri sendiri, Firda menjelaskan, kini komunitasnya sudah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Semarang untuk membantu agar anak-anak bisa mendapatkan fasilitas sekolah gratis.

“Kita juga bekerja sama dengan Disdik untuk membantu mereka agar bisa sekolah, kita bantu membuatkan surat. Dan untuk tahun ini, alhamdulillah ada 20 anak yang berhasil kita bantu dan bisa sekolah gratis, ada yang SD sama SMP,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

32,381FansSuka
15,327PengikutMengikuti
4,327PengikutMengikuti
90,084PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler