31 C
Kudus
Rabu, Februari 21, 2024

Belum Setahun, Kudus Farm Sudah Bisa Jual Berton-ton Pupuk Organik Kotoran Domba

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria tampak mengambil kotoran domba di bawah kandang kemudian dimasukan ke dalam karung. Setelah terkumpul, kotoran itu lalu diolah menjadi pupuk organik yang bisa bermanfaat bagi tanaman, bahkan bernilai jual tinggi.

Pria bernama Taufiq itu baru Desember 2021 lalu menggeluti usaha pupuk organik. Meski beluma ada setahun, dirinya suah bisa menjual berton-ton pupuk.

Proses pembuatan pupuk organik di Kudus Farm yang pelanggannya dari berbagai daerah. Foto: Kaerul Umam.

Awalnya, Taufiq ingin memanfaatkan kotoran domba dari peternakannya di Desa Gribig RT 4 RW 1, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Menurutnya, di kandang yang berada di area Mojodadi Farm itu menghasilkan kotoran padat hingga 350 kilogram atau setara 10 sampai 14 karung setiap harinya. Hal itu yang kemudian bisa dimanfaatkan menjadi pupuk organik dalam jumlah banyak dan bisa dijual.

Baca juga: Pupuk Cair dari Urine Kelinci Buatan Anshori Ini Jadi Buruan Petani

“Kalau kotoran dibiarkan saja, butuh setahun untuk mengurainya. Dari sini muncul ide untuk membuat pupuk organik yang bisa dijual. Dari peternakan domba ini pun tidak hanya mengandalkan ternak saja, tapi dari limbah kotorannya pun bisa menjadi cuan,” beber Taufiq kepada betanews.id, Rabu (27/7/2022).

“Kalau kapasitas kandang ini bisa menampung sampai 200an ekor domba. Tapi saat ini hanya ada 80 ekor,” tuturnya.

Taufiq menyediakan beberapa ukuran pupuk organik mulai 3 kilogram seharga Rp6 ribu, 5 kilogram harga Rp9 ribu, dan 25 kilogram harga Rp25 ribu.

Baca juga: Tolak Gaji Rp 25 Juta Per Bulan di Jepang, Safuan Pilih Rintis Usaha Produksi Pupuk Organik

“Untuk pembeli kebanyakan dari kudus, tapi juga ada yang dari Jepara, dan Rembang. Sedangkan untuk penjualan dalam 4 bulan bisa menjual hingga 6.250 kg pupuk organik,” jelasnya

“Kebanyakan pembelinya adalah petani sayur maupun buah, lantaran pupuk organik tidak menggunakan bahan kimia dan bagus bagi tanaman buah maupun sayuran,” tutup Taufiq.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER