BETANEWS.ID, GROBOGAN – Estafet obor atau torch relay ASEAN Para Games XI 2022 dimulai hari ini, Sabtu (23/7/2022) pagi. Api dalam obor tersebut diambil langsung dari Api Abadi Mrapen, Kabupaten Grobogan.
Rangkaian kegiatan menyambut APG XI 2022 itu dibuka dengan pertunjukan tarian Jaranan Reog yang merupakan perrunjukan daerah dari Grobogan. Setelah itu, dilanjutkan ke prosesi inti, yakni pengambilan api dari perwakilan panitia penyelenggara ASEAN Para Games (INASPOC) ke perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno.

Sumarno kemudian memberikan obor tersebut kepada Bupati Grobogan, Sri Sumarni yang selanjutnya diberikan kepada perwakilan atlet para swimming asal Grobogan, Sholikan.
Obor tersebut kemudian diarak menuju ke Semarang, dilanjutkan ke Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar, dan akan berakhir di Solo pada kegiatan Car Free Day (CFD), Minggu (24/7/2022).
Baca juga: Lepas 14 Atlet Solo ke APG 2022, Gibran: ‘Saya Yakin Bisa Kalahkan Thailand’
Direktur Deputi III Pendukung Pertandingan INASPOC, Henry Indrayani Oka menuturkan, api tersebut diambil dari Mrapen lantaran lokasi itu penuh akan nilai historis.
“Tak terhitung sudah berapa kali api Mrapen menjadi rangkaian event olahraga di Indonesia. Di tempat sakral ini, ASEAN Para Games juga menyalakan obor apinya, dan dimulai dari sini. Api di Mrapen jadi simbol perjungan atlet. Semangat para atlet diharapkan terus berkobar hingga bisa membawa harum nama bangsa dan negara” kata Oka.
Diketahui, sebelumnya api dari Mrapen juga diambil dalam rangkaian torch relay di beberapa ajang ternama yang digelar di Indonesia, seperti Ganefo I 1963, PON X 1981, PON XIV 1996, hingga Asian Games XVIII 2018.
Sekda Jateng Sumarno berterima kasih dengan antusias masyarakat dalam menyambut event untuk atlet penyandang disabilitas ini. Event ini merupakan perwujudan arti kesetaraan, khususnya untuk perjuangan para atlet disabilitas.
Baca juga: Nella Kharisma dan Delon Bawakan 2 Theme Song APG XI 2022
“Kami harapkan juga adanya event ini berdampak besar bagi masyarakat. Karena nantinya akan banyak hadir orang dari luar Jateng. Mereka bisa menikmati segala hal menarik di Jateng, mulai dari kuliner hingga pariwisatanya. Kami juga ikut berharap Indonesia di ajang ini bisa jadi juara umum di ajang ini,” kata Sumarno.
Bupati Grobogan Sri Sumarni mengaku turut senang lantaran Grobogan ikut tercantum dalam catatan sejarah pada gelaran APG XI 2022 ini.
“Ini merupakan sebuah kehormatan buat Kabupaten Grobogan bisa ikut berpartisipasi, jadi bagian event internasional. Kami yakin dan berharap event ini bisa menggairahkan perekonomian masyarakat dan meningkatkan promosi budaya di Indonesia,” tandas Sri Sumarni.
Editor: Ahmad Muhlisin

