31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Resmi Jadi Kampung Adat, Dukuh Semliro Rahtawu Terlarang Bagi Investor

BETANEWS.ID, KUDUS – Dukuh Semliro, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus diresmikan menjadi Kampung Adat oleh Bupati Kudus HM Hartopo, Jumat (8/7/2022). Hal itu sebagai upaya menjaga kelestarian alam dan budaya desa yang ada di lereng Gunung Muria itu.

Kepala Desa Rahtawu Didik Aryadi mengatakan, dengan kedudukan itu, Dukuh Semliro kini terlarang bagi investor. Dia mengatakan, Dukuh Semliro adalah benteng terakhir untuk kelestarian alam Muria serta budaya di Desa Rahtawu. Sebab di dukuh lain di Desa Rahtawu sudah banyak investor terkait pengembangan wisata modern.

“Dukuh Semliro ini ibarat benteng terakhir, siapa lagi yang melestarikan hutan kalau bukan warga pinggiran hutan. Nantinya, kita Perdeskan terkait larangan investor yang ingin mengembangkan usaha di Kampung Adat Semliro,” beber dia.

-Advertisement-

Baca juga: Wisata Kali Pethuk Rahtawu jadi Destinasi Favorit untuk Cari Spot Foto Instagramable

Visi misi pembentukan Kampung Adat Semliro, kata Didik, selain untuk mejaga kelestarian alam dan budaya juga agar bisa memberikan edukasi kepada masyarakat luas. Ketika masyarakat ingin mempelajari kebudayaan yang ada di Indonesia, bisa belajar di sana.

“Itulah sebabnya kami pilih ikonnya Petilasan Eyang Gajah Mada. Selain lokasi pertapaannya di ketinggian, Eyang Gajah Mada adalah tokoh besar yang sudah dikenal masyarakat luas. Hal itu tentunya mempermudahkan kami mempresentasikan Kampung Adat Semliro melalui Eyang Gajah Mada,” jelasnya.

Larangan adanya investor itu juga disetujui oleh Hartopo. Makanya, ia mengingatkan warga setempat untuk tidak mudah tertarik menjual tanah atau rumahnya ke orang luar Desa.

“Berpikirnya itu untuk anak cucu kita, bukan untuk kebutuhan kita saat ini. Jadi menjual tanah dan rumah itu tidak solusi,” bebernya.

Baca juga: Segarnya Berendam di Jernihnya Air Terjun Kali Banteng Rahtawu

Dia mengatakan, harus ada pemikiran bahwa desa ini jangan sudi dijajah orang luar desa. Sebab Kampung Adat Semliro itu karunia Allah yang luar biasa.  Sebab tidak semua desa punya alam yang indah dan kaya akan budaya.

“Pembangunan berbasis wisata dan budaya memang tidak mudah. Namun, dengan keguyuban warga setempat akan jadi kekuatan besar yang mampu wujudkan cita-cita terbentuknya Kampung Adat Semliro,” tandas Hartopo.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER