BETANEWS.ID, KUDUS – Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus sudah berulang kali terjadi banjir. Bahkan sampai Juli, desa yang dilalui Sungai Piji itu sudah kebanjiran tujuh kali.
Kepala Desa Kesambi Muhammmad Masri menjelaskan, dari tujuh bencara banjir yang terjadi, empat di antaranya banjir besar dan berdampak pada puluhan rumah.

“Desa Kesambi ini bisa dikatakan langganan banjir. Bahkan tahun ini sudan tujuh kali banjir,” ujar pria yang akrab disapa Masri kepada Betanews.id, Kamis (14/7/2022).
Masri mengungkapkan, empat banjir besar di desanya, dua di antaranya terjadi pada Bulan Ramadan. Pada awal puasa dan jelang Hari Raya Idulfitri.
Baca juga: Cerita Warga Kesambi yang Terbangun dari Tidur Karena Kebanjiran, Motor dan Kulkas Rusak
“Bulan Ramadan kemarin banjir, jelang lebaran juga banjir. Januari juga banjir, pokoknya Desa Kesambi itu sering banget banjir,” beber Masri.
Terbaru, kata dia, banjir terjadi dini hari ini pada pukul 3:30 WIB. Banjir yang baru terjadi bisa dikatakan kejadian luar biasa, sebab masyarakat Desa Kesambi pada umumnya menganggap saat ini sudah musim kemarau.
“Banjir semalam ini juga cukup besar ada sekitar 59 rumah yang terdampak dengan ketinggian antara lima sentimeter hingga satu meter,” bebernya.
Dia mengatakan, penyebab banjir di Desa Kesambi sebenarnya masalah klasik, yakni sampah menumpuk di pilar penyangga jembatan Sungai Piji. Bahkan kata dia, dari 31 jembatan yang ada di desa tersebut, hanya tiga yang tidak ada pilar tengah penyangga jembatan.
Baca juga: Sungai Piji Penuh Sampah Sebabkan 59 Rumah di Kesambi Kudus Terendam Banjir
“Pilar tengah penyangga jembatan akan jadi tempat menumpuknya sampah kiriman dari hulu. Karena sampah menumpuk, aliran air sungai terhambat, kemudian debit air meninggi dan melimpas ke permukiman warga,” ungkapnya.
Dia berharap, pihak terkait bisa memberikan solusi agar banjir tak lagi terjadi di Desa Kesambi. Sebab jika pembangunan jembatan itu hanya mengandalkan dana desa jelas tidak cukup.
“Kemarin ada kabar baik dari Pemerintah Kabupaten Kudus. Sebab tahun 2023 rencana ada satu jembatan yang dibangun. Semoga saja bisa terealisasi,” harapnya mengakhiri.
Editor: Ahmad Muhlisin

