BETANEWS.ID, SOLO – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka akan mengambil tindakan tegas setelah maraknya bangunan liar kawasan Bong Mojo, Jebres, Solo. Tanah Hak Pakai (HP) Pemerintah Kota Solo itu, juga diduga diperjualbelikan secara ilegal.
Bong Mojo dulunya merupakan kompleks pemakaman. Namun kini tanah itu sudah menjadi aset Pemkot Surakarta. Walau belum dikelola oleh Pemerintah, jual beli ilegal tanah di Bong Mojo marak terjadi.
Gibran membenarkan fakta itu. Dia mengaku sudah mendapat nama-nama orang yang melakukan jual beli tanah secara ilegal dan akan menindak tegas. Namun, ia memilih untuk merahasiakan siapa nama oknum yang terlibat.

Baca juga: 12 Makam Nasrani di Solo Dirusak, Gibran: ‘Ini Sudah Ngawur’
“Rahasia, tidak bisa saya sebutkan. Yang penting sudah kita maping siapa-siapa saja, transaksinya sebesar berapa. Yang jelas itu salah, kumuh dan nggak bener lah seperti itu,” kata Gibran ketika ditemui di Hotel Alila Solo, Kamis (14/7/2022).
Selain itu, dia mengatakan saat ini sudah ada 10 bangunan permanen yang berdiri namun tidak memiliki sertifikat tanah.
Gibran menyebut, beberapa pihak terkait sudah melakukan penindakan di lapangan. Dari Lurah, Camat, Prokompim dan Satpol PP.
“Di sana masih banyak bangunan permanen. Untuk yang sedang mau dibangun ini disetop dulu. Lalu kita sudah melakukan maping pendataan untuk warga yang menduduki tanah di sana,” paparnya.
Gibran menegaskan, bahwa lokasi tersebut merupakan tempat yang ilegal untuk dijadikan hunian. Apalagi untuk dijual belikan.
“Yang jelas ini ilegal ya, dan kita juga sudah dapat beberapa nama orang yang memperjualbelikan tanah di sana. Yang jelas ini salah,” tegasnya.
Ditanya apakah ke depan akan dilakukan proses hukum, Gibran mengaku akan melihat seperti apa ke depannya. Ia juga akan menindaklanjuti yang sudah melakukan transaksi tanah di lokasi tersebut.
“Ya nanti akan kita tindaklanjuti lah, yang jelas di situ salah. Tanah pemerintah, tanah makam, tidak bisa langsung didirikan rumah. Ya nanti akan kita carikan solusinya,” tegasnya.
Baca juga: Buntut Perusakan Makam Salib di Solo, Polisi Periksa Pengasuh Kuttab
Gibran juga mengatakan, bahwa lahan tersebut nantinya akan dibersihkan dan akan digunakan untuk lokasi publik.
“Lahan nanti dibersihkan dan kita manfaatkan untuk pasar mebel yang baru, garasi bis BST lalu ada ruang untuk pembibitan,” kata dia.
Editor : Kholistiono

