31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Dukuh Semliro, Tempat Gajah Mada Mengasingkan Diri Usai Tak Jadi Patih di Majapahit

BETANEWS.ID, KUDUS – Di Dukuh Semliro, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, terdapat sebuah pesarean Patih Gajah Mada. Bahkan masyarakat setempat mempercayai tempat tersebut adalah lokasi moksanya patih termasyhur Kerajaan Majapahit.

Lalu bagaimana kisahnya, Patih Gajah Mada bisa sampai ke Dukuh Semliro yang berada di lereng Gunung Muria? Padahal, Kerajaan Majapahit berada di Mojokerto, Jawa Timur, yang tentunya jarak tempuhnya sangatlah jauh.

Tetua adat Dukuh Semliro Saidi mengatakan, untuk pembuktian sejarah, pihaknya tak mengetahui secara pasti. Namun, hingga sekarang juga belum ditemukan makam asli Patih Gajah Mada.

-Advertisement-

Baca juga: Resmi Jadi Kampung Adat, Dukuh Semliro Rahtawu Terlarang Bagi Investor

“Namun, semua warga Semliro melalui cerita turun-temurun percaya bahwa ini adalah petilasan Patih Gajah Mada. Warga sini menyebutnya sebagai Eyang Mada,” ujar Saidi di acara peresmian Petilasan Patih Gajah Mada, Jumat (8/7/2022).

Dia pun kemudian mengungkapkan cerita turun-temurun dari para sesepuh soal Gajah Mada bisa sampai ke Semliro, Rahtawu. Menurutnya, setelah Gajah Mada tidak lagi menjabat Patih di Kerajaan Majapahit, dia mengasingkan diri.

“Tempat yang dipilih untuk mengasingkan diri oleh Gajah Mada adalah Dukuh Semliro. Di sini beliau bertapa, hingga moksa. Makanya di sini itu pesarean, pertapaan, atau pun makam Patih Gajah Mada itu sama saja,” jelasnya.

Atas cerita turun-temurun tersebut, lanjutnya, tempat Pesarean Patih Gajah Mada pun disakralkan oleh warga setempat. Sebab, dia adalah orang sakti dan tokoh termasyhur yang dimiliki Kerajaan besar yakni Majapahit. Dengan Sumpah Palapanya, dirinya mampu menyatukan Nusantara di bawah Panji Majapahit.

Baca juga: Jalani Ritual Satu Suro, Lebih dari 25 Ribu Petapa Datangi Desa Rahtawu

“Sejak enam tahun lalu Pesarean Patih Gajah Mada mulai dibangun dan saat ini sudah jadi,” tuturnya.

Pesarean Patih Gajah Mada memang terlihat baru selesai dibangun. Ciri model bangunannya khas bangunan model dulu, yang tampak artistik. Di depan pesarean dibangun patung Gajah Mada  mengacungkan keris setinggi sekitar empat meter.

Di dalam bangunan pesarean dibagi dua bagian. Bagian depan adalah aula. Sedangkan di bagian belakang ialah tempat pesareannya. Di pintu masuk pesarean terdapat dua patung ular naga di kanan dan kiri pintu. Sedangkan di dalam juga terdapat patung Gajah Mada bersila.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER