Bentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting, Hartopo: ‘Mari All Out Cegah Stunting’

BETANEWS.ID, KUDUS – Stunting masih menjadi isu strategis yang terus ditangani Pemerintah Kabupaten Kudus. Meski persentase stunting di Kudus di bawah provinsi dan nasional, tapi upaya percepatan penurunan tetap digencarkan. Komitmen tersebut ditunjukkan Bupati Kudus HM Hartopo dengan membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting dalam acara Rembuk Stunting, Jumat (8/7/2022).

Hadir bersama Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Mawar Hartopo, Bupati memaparkan angka prevalensi stunting di Kudus menurut survei Status Gizi Indonesia (SGI) kemenkes adalah 17,21 persen. Hasil tersebut masih di bawah angka nasional, 27,67 persen dan provinsi jateng 20,9 persen.

“Kalau survey dari Dinas Kesehatan stunting ada 4,2persen, tapi ini belum diakui karena belum punya sertifikasi. Jadi yang dianggap sebagai acuan, ya dari Kemenkes,” ujarnya.

-Advertisement-

Baca juga: 2.747 Balita di Kudus Alami Stunting

Bupati menegaskan, pembentukan tim tersebut bukan sekedar seremonial saja, tapi segera ada aksi nyata. Untuk itu, dirinya akan selalu memantau perkembangannya dengan konsolidasi yang dilakukan setiap bulan.

Menurutnya, tim tersebut punya dua tugas yaitu pengarah dan pelaksana. Tim pengarah diketuai oleh Bupati Hartopo dan beranggotakan unsur forkopimda sebagai penentu arah kebijakan. Sementara tim pelaksana diketuai Sekda dan Ketua TP PKK Kabupaten sebagai wakil.

“Mari kita all out cegah stunting. Semoga rembuk stunting bisa memberikan solusi terbaik dalam percepatan penurunan angka stunting,” imbuhnya.

Baca juga: 540 Ribu Anak di Jateng Kena Stunting, Wonosobo dan Brebes Jadi Sorotan

Untuk strateginya, lanjut Hartopo, pihaknya akan memaksimalkan sosialisasi stunting kepada masyarakat di desa-desa, khususnya yang rawan terjadi pernikahan dini. 

“Saya pernah bersepeda ke desa-desa, ternyata mereka hanya mendapat sosialisasi tentang imunisasi anak saja, itu pun dari pemerintah desa. Sekarang kita optimalkan petugas dari dinas-dinas,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER