BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus HM Hartopo meminta bidan desa lebih mengoptimalkan layanan kesehatan, utamanya kepada ibu. Mengingat, angka kematian bayi dan stunting pada 2021 cenderung menurun, tapi angka kematian ibu justru naik.
“Angka kematian ibu justru naik. Ini jadi PR bersama, kenapa bisa terjadi. Harus ada evaluasi dan program lanjutan,” tegasnya saat membuka Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kudus dan Peringatan HUT Ke-71 IBI di Hotel Griptha Kudus, Sabtu (16/7/2022).
“Bidan desa harus berkomitmen melayani dengan sepenuh hati terutama untuk kesehatan ibu dan anak di daerah setempat. Sehingga mengetahui seluk beluk permasalahan ibu dan anak secara persis,” tambah Hartopo.
Baca juga: Angka Stunting Capai 17,21, Pemkab Kudus Anggarkan Rp94 M untuk Penanganan
Adanya IBI Cabang Kudus, lanjutnya, bisa menjadi forum koordinasi dan peningkatan kompetensi sehingga bidan lebih profesional. Selanjutnya, mendorong mendorong profesi kebidanan menjadi profesi yang lebih mulia.
“Semoga adanya IBI menstimulasi bidan untuk terus mendorong profesi kebidanan menjadi profesi yang lebih mulia dan lebih profesional,” lanjutnya.
Dalam Rakercab, Bupati mendorong agar program yang dirancang lebih tepat sasaran. Hartopo pun mengimbau agar anggota tetap menerapkan dan menaati SOP sesuai profesi.
“Mohon agar program yang dirancang dipertimbangkan agar tepat sasaran dan memenuhi target yang ditentukan,” pungkas Hartopo.
Editor: Ahmad Muhlisin

