31 C
Kudus
Minggu, Juni 26, 2022
spot_img
BerandaSOLOHarus ke Jogja...

Harus ke Jogja untuk Kemas Makanan Kaleng, Dewi Berharap Jateng Nanti Punya Pabrik Sendiri

BETANEWS.ID, SOLO – Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) kini semakin maju. Banyak inovasi-inovasi yang dilakukan oleh pelaku UMKM untuk mengembangkan produknya. Seperti makanan kaleng yang diproduksi oleh anggota Koperasi Wanita (Kopwan) Pandega.

Pelopor makanan kaleng dan anggota Kopwan Pandega, Dewi Anggraini (31) mengatakan, bahwa inovasi tersebut ia mulai sejak dua tahun yang lalu.

“Awalnya dulu kemasan botol plastik, seperti untuk produk sambal ini. Cuma agak susah, risiko di perjalanan, pecah dan sebagainya, kemudian kita bikin pengalengan, agar lebih awet dan aman,” kata Dewi ketika ditemui di sela-sela acara Peluncuran LapakJateng.id, di The Sunan Hotel Solo, Rabu (15/6/2022).

- Ads Banner -

Baca juga: Gandeng GoTo Dirikan Kampus UMKM Bersama, Gibran Ingin Bangkitkan UMKM Solo

Dengan dikemas di dalam kaleng tersebut, menurut Dewi, makanan tidak akan terkontaminasi bahan kimia sama sekali.

“Jadi benar-benar dari proses memasak langsung kita sterilisasi. Jadi ada pakai proses penguapan panas, terus kita packing lewat pakai kaleng,” ujarnya.

Dewi mengklaim, dengan dikemas di dalam kaleng, makanan tersebut dapat tahan hingga satu tahun lamanya. Ia juga menyebut, jika dikemas di dalam botol plastik hanya akan tahan maksimal satu bulan saja.

Namun, Dewi juga memiliki kendala pada saat proses pengemasan. Ia harus membawa makanan yang akan dikemas dalam kaleng ke Yogyakarta. Lantaran, di Jawa Tengah belum ada teknologi yang dapat melakukan pengemasan tersebut.

“Kita yang kaleng ini produksinya di Kartasura, tapi untuk pengalengannya sendiri kita bahwa ke Jogja. Jadi kita ada mitra di Jogja, di UPI Mina Bahari 45. Jadi nanti kita ke sana untuk packagingnya,” katanya.

Dalam sebulan, Dewi mengungkapkan, bisa menjual dengan kisaran 100 kaleng makanan. Namun, untuk memenuhi permintaan konsumen, ia harus ke Yogyakarta seminggu sekali untuk mengalengkan makanan.

Untuk itu, pasca-acara peluncuran LapakJateng.id yang merupakan kolaborasi antara Blibli.com dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah itu, ia menyampaikan keluhannya kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang juga hadir.

“Sudah (bilang ke Ganjar) kenapa kita harus ke Jogja, karena Jateng sendiri kita belum ada. Harapan kita ke depan, semoga Jawa Tengah itu punya factory seeling sendiri,” ungkapnya.

Dewi juga bercerita pengalamannya, saat mengkikuti pameran di Cina. Pihaknya membawa nama Yogyakarta dan bukan Jawa Tengah. Sehingga ia berharap kepada Ganjar agar membuat pabrik pengalengan makanan sendiri di Jawa Tengah.

Baca juga: Ratusan UMKM di Solo Diajari Jualan Online

“Respon Pak Ganjar Insya Allah nanti akan diusahakan untuk pembuatan factory seeling. Jadi UMKM lebih mudah untuk mengalengkan chaining food itu sendiri,” kata dia.

Lebih lanjut, Dewi juga menjelaskan, bahwa olahan makannya sudah memiliki sertifikasi dan izin edar dari UPI Mina Bahari 45 Yogyakarta untuk makanan berbahan dasar ikan.

“Tapi yang untuk produk selain ikan kita BPOM nya on proses,” lanjutnya.

Dewi menjual makanan kaleng tersebut melalui media sosial dan beberapa marketplace. Tak hanya laris di Indonesia, makananya juga sukses hingga ke Mancanegara.

Editor : Kholistiono

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler