BETANEWS.ID, KUDUS – Di Dukuh Kramat Besar RT 6 RW 4, Desa Kramat, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, tampak sebuah rumah. Untuk menjangkau rumah tersebut, harus masuk gang yang cukup sempit. Di salah satu ruangan rumah tersebut tampak aneka produk rajut dari RA Craft yang laku hingga Luar Jawa meski dipasarkan dengan cara zaman dulu (Jadul).
Owner RA Craft yakni Retno Miranti (51) mengatakan, meski zaman sudah serba digital, tapi selama ini untuk memasarakan produknya dirinya masih menggunakan cara Jadul, yakni dari mulut ke mulut. Hal itu dikarenakan ia gagap teknologi (Gaptek).

Baca juga : Tak Diizinkan Kerja oleh Suami, Ira Isi Waktu Luang dengan Merajut yang Produknya Ternyata Keren-keren
“Saya itu gaptek, jadi tak bisa memasarkan aneka produk rajutan karyaku melalui online. Dari dulu hingga sekarang ya dari mulut ke mulut para teman dan pelanggan,” ujar perempuan yang akrab disapa Ira kepada Betanews.id, Kamis (19/5/2022).
Meksi dipasarkan dengan cara Jadul dan lokasi produksinya di dalam gang, kata dia, aneka produk rajutnya lumayan laris dan banyak peminatnya. Bahkan, peminatnya tidak hanya orang Kudus saja, tapi ada pelanggan dari lain dearah. Di antaranya, Yogyakarta, Jakarta dan daerah lainnya.
“Bahkan ada juga pelanggan dari Lampung dan Kalimantan. Sebab di sana ada teman yang memasarkan aneka produk rajut dari RA Craft,” bebernya.
Perempuan yang dikaruniai tiga orang anak itu mengatakan, RA Craft memiliki beberapa produk rajut. Antara lain, sepatu, tas, taplak, syal, topi, outer atau rompi, baju anak, taplak, badcaover dan lain sebagainya.
“Untuk harga, aneka produk rajut itu saya banderol mulai Rp25 ribu sampai Rp250 ribu per pcs. Tergantung jenis, ukuran dan kerumitan produk rajutan,” jelasnya.
Dia mengatakan, membuat produk rajut dibutuhkan kesabaran, ketekunan dan ketelitian. Sebab ada beberapa produk yang proses pembuatannya itu rumit dan butuh waktu yang cukup lama.
Baca juga : Aneka Kerajinan Rajut Karya Warga Kudus Ini Pelanggannya Sampai Luar Jawa
“Kalau bikin syal dam tak ada motif yang rumit gitu sehari bisa jadi. Namun, jika bikin badcover atau baju yang ada motif yang rumit proses pembuatan bisa sampai sepekan untuk satu baju rajut,” ungkapnya.
Ia pun berharap, aneka produk rajutnya makin diminati dan makin laris. Selain bikin aneka rajut, selama ini ia juga memberi pelatihan rajut bagi orang lain.
Editor : Kholistiono

