BETANEWS.ID, KUDUS – Di ruangan tamu rumah warga Desa Kaliwungu RT 6 RW 1, terlihat seorang wanita sedang merajut dompet dengan telaten. Tangan kanannya yang memegang alat rajut itu tampak begitu terampil memainkannya ghingga menjadi bentuk yang ia inginkan. Dia adalah Ainur Rohmah (29), owner Bakul Rajut.
Sembari merajut, wanita yang akrab disapa Nur itu bersedia berbagi informasi tentang kerajinannya. Dia mengatakan, ia mulai menekuni seni Rajut sejak 2019 yang lalu, yang berawal dari ikut pelatihan di Balai Desa Kaliwungu.

“Kalau pemasaran paling jauh sampai Kalimantan melalui Shopee. Selain itu juga dari Semarang, Kendal, Salatiga, dan Kudus,” beber Nur kepada betanews.id, Kamis (24/3/2022).
Baca juga: Rok Rajut Kekinian di Dressy Gallery Ini Banyak Disuka Kaum Hawa di Kudus
Pemasaran sampai luar Jawa itu, kata Nur, tak luput dari kualitas bahan yang digunakan. Menurutnya, bahan atau benang yang ia pakai merupakan kualitas terbaik dan warnanya tidak mudah luntur. Ia pun menjamin jika bahan tersebut aman dipakai dan tidak mudah rusak.
DI tempatnya Nur membuat tas, dompet, sepatu bayi, dan kini mulai merambah rajut baju dan syal. Dari sekian barang yang dibuat itu, menurutnya yang paling banyak diminati adalah tas dan sepatu bayi.
“Kalau untuk harga tas mulai Rp60 ribu sampai ratusan ribu, tergantung ukuran. Dompet Rp45 ribu sampai ratusan ribu. Sedangkan untuk harga sepatu bayi mulai Rp30 ribu sampai ratusan ribu. Saat ini saya fokuskan di produksi tas,” rinci ibu satu anak tersebut.
Baca juga: Peci Beludru dari Limbah Garmen Buatan Nunung yang Lagi Digandrungi Banyak Orang
Saat ini, dalam sebulan Nur bisa menerima hingga 60 pesanan. Sedangkan waktu pembuatannya berkisar satu hingga tiga hari, tergantung kerumitan barang yang dibuat.
“Saat ini saya memasarkan produk ini melalui media sosial seperti Facebook Bakul Rajut, Instagram @bakul.rajut, Shopee @bakul rajut, dan WhatsApp di nomor 0852 2272 2173,” tutup Nur.
Editor: Ahmad Muhlisin

