31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Kisah Pilu Kakek Renta di Kudus yang Sudah Dua Tahun Tinggal di Gubuk

BETANEWS.ID, KUDUS – Menggunakan alat bantu kruk, pria renta itu terlihat berjalan tertatih untuk masuk ke dalam sebuah gubuk berukuran 2×1,5 meter yang disebutnya rumah tersebut. Berdinding karung beras, beratap seng, dengan kasur yang sudah lapuk dan berubah warna, Amir yang kini berusia 67 tahun, sudah dua tahun terakhir ini menghabiskan waktunya di tempat yang lokasinya berada di Dukuh Kalangan, Desa Setrokalangan RT 4 RW 1, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus itu.

Amir menyebut, sebenarnya ia punya keluarga yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggalnya sekarang dan juga saudara. Namun, karena ada persolan keluarga, sehingga ia harus tinggal di gubuk sejak awal 2020 usai mengalami kecelakaan.

Amir, warga Setrokalangan, Kudus ini tinggal di gubuk. Foto: Nila Rustiyani.

Baca juga : Kisah Pilu Warga Gondangmanis Tinggal di Rumah Rusak Parah, Setiap Hujan Takut Runtuh

-Advertisement-

Amir pun menceritakan kisahnya lebih jauh. Pada tahun 1979, ia menikah dan dari pernikahan itu, ia dikarunia tiga orang anak. Dua di antaranya menetap di Jawa, sedangkan satu di antaranya memilih tinggal di Sumatera.

Selama pernikahan tersebut, Amir lebih banyak menghabiskan waktunya bekerja mengayuh becak dan jarang pulang.

Meski kondisinya seperti itu, menurutnya tak ada satupun anaknya yang ingin merawat dirinya. Ia berpikir anak-anaknya kecewa dengan dirinya yang tak dulunya acuh atau tidak peduli dengan keluarga.

“Sudah dua tahun saya tinggal di sini. Tidak ada satupun anak saya yang mau merawat saya,” kata Amir dengan menggunakan bahasa Jawa saat ditemui di rumahnya.

Selama ini ia mengakui terlalu lama berada di jalan sebagai tukang becak. Hingga istrinya meninggal sekitar tiga tahun lalu, ia masih hidup di jalanan.

Sebelum menetap di gubuknya, Amir tinggal di becaknya. Sekitar awal tahun 2020, musibah kecelakaan menimpanya hingga membuatnya tak bisa berjalan lagi.

“Mau bagaimana lagi, semua sudah terjadi, tinggal dijalani saja,” tutupnya.

Baca juga : Kisah Pilu Nasidi, Gantungkan Hidup dari Jual Barongan Setelah Tinggal Sebatang Kara

Sementara untuk makan minum, Amir mengandalkan bantuan dari orang sekitarnya. Sebab tubuh yang sudah renta tak bisa dibuatnya mencari nafkah. Sedangkan untuk membersihkan diri, Amir mengandalkan kamar mandi umum yang berada di sebelah gubuknya.

“Makan biasanya dikasih saudara, pak kades dan orang-orang sekitar. Sudah tidak bisa kalau untuk bekerja, jadi biasanya sehari-hari ya di sini,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER