31 C
Kudus
Minggu, Juni 26, 2022
spot_img
BerandaKUDUSJumpai Bobroknya Layanan...

Jumpai Bobroknya Layanan di Instansi Pemerintahan, Solichin Kritik Lewat Lukisan Berjudul ‘PNS’

BETANEWS.ID, KUDUS – Di negara demokrasi seperti Indonesia, sebuah kritik adalah suatu hal yang wajar. Karena kritik bisa dianggap sebagai kontrol pemerintahan. Kritikan itu bisa dilakukan oleh siapa pun, termasuk para seniman melalui karyanya. Hal itu juga pernah dilakukan oleh salah satu pelukis ternama di Kudus yakni Solichin Kadar Muhammad melalui karya lukisnya dengan judul “PNS”.

“Lukisan berjudul PNS itu bukan Pegawai Negeri Sipil tapi Pesta Negeri Serakah,” ujar pria yang akrab disapa Solichin kepada Betanews.id, beberapa waktu lalu.

Baca juga : Kisah Solichin, Sempat Ditentang Ayahnya jadi Pelukis Hingga Karyanya Dibeli Orang Belanda

- Ads Banner -

Dia mengatakan, menekuni dunia lukis sejak lama. Ia lebih cenderung memilih aliran lukis yang realis. Seperti lukisan yang diberi judul Pesta Negeri Serakah itu adalah sebuah kritik tentang bobroknya pelayanan sebuah instansi di pemerintahan Kabupaten Kudus saat itu, dan realita yang ia alami dan lihat sendiri.

“Pada waktu itu tahun 2015, saya ingin mengurus izin mendirikan usaha rokok kecil. Saya bawa berkas ke salah satu dinas sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, sesampai kantor dinas itu sepi tidak ada petugas,” bebernya.

Karena sepi, ia pun berinisiatif ke belakang kantor dinas tersebut, ternyata para petugas berada di sana sedang makan nasi pecel sembari ngobrol dan bercanda. Padahal saat itu jam kerja, waktu untuk pelayanan bagi masyarakat.

“Kesal dengan hal yang saya alami. Sesampai rumah saya tuangkan ke dalam lukisan, sebagai bentuk kritik,” tandas ayah tiga anak tersebut.

Pria yang tercatat sebagai warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kudus itu menuturkan, melukis semua kejadian yang dilihatnya itu. Dalam lukisannya, tampak seorang perempuan penjual pecel dikelilingi beberapa orang mengenakan baju dinas berwarna kuning tua.

“Mereka ada yang sedang makan dan minum. Mereka ada yang makan dan minum di atas motor serta ada yang duduk di kap mobil. Lukisan saya ini memang relate dengan yang saya lihat saat itu,” ungkapnya.

Baca juga : Agar Dapur Tetap Ngebul, Pelukis di Kudus ini Sulap Limbah Elektronik jadi Seni Kaligrafi

Dia mengatakan, membuat lukisan tentang kritik sosial tidak hanya itu saja. Namun, sudah ada beberapa karya lainnya.

“Saya pernah bikin lukisan berjudul BBM. Saat itu kritik sosial yang ingin saya sampaikan adalah kenaikan harga BBM di tengah susahnya hidup masyarakat. Saat ada pemilu langsung, itu pun saya tuangkan ke dalam lukisan,” ucapnya sembari melihatkan lukisan yang disebutnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler