BETANEWS.ID, KUDUS – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus menyelenggarakan sidang senat terbuka dengan agenda wisuda Sarjana ke 31 serta wisuda Pascasarjana ke 13 secara langsung di Gedung Olahraga (GOR) kampus, Sabtu (14/5/2022). Total ada 1.069 wisudawan yang dikukuhkan pada penyelenggaraan wisuda kali ini dengan rincian 1.029 wisudawan S1 dan 40 orang wisudawan magister.
Dari total itu, wisudawan Fakultas Tarbiyah sebanyak 436, Fakultas Syariah sebanyak 54, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam sebanyak 271, Fakultas Ushuluddin sebanyak 103, dan Fakultas Dakwah sebanyak 165.

Rektor IAIN Kudus Mudzakir berpesan kepada wisudawan untuk bisa mengimplementasikan ilmu yang didapat selama berkuliah, yaitu menyebarluaskan visi misi IAIN Kudus ke masyarakat luas.
Baca juga: IAIN Kudus Kukuhkan 2 Guru Besar, Upaya Percepatan Tranformasi Jadi UIN
“Bahwa IAIN Kudus bukan sekadar perguruan tinggi yang mendalami ilmu keagamaan saja, tetapi sudah terintegrasi ke dalam ilmu-ilmu praktis yang lain, yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat terutama dunia pendidikan,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya mengingatkan agar para wisudawan selalu menjaga nama baik kampus, terlebih saat ini IAIN Kudus sedang menuju alis status menjadi UIN (Universitas Islam Negeri).
“Kami minta saudara menjaga kondusifitas kampus agar mandatory rakernas DIKTIS (transformasi menjadi UIN) bisa diwujudkan secepat mungkin,” pintanya.
Sementara itu, Wakil Rektor I bidang Akademik dan Pengambangan Lembaga IAIN Kudus, Supaat menyampaikan bahwa penyelenggaraan wisuda kali ini menerapkan protokol kesehatan ketat. Dari kapasitas total gedung bisa menampung 2.000 ribu orang, ini hanya digunakan untuk 1.069 wisudawan.
“Kita hanya mengisi 50 persennya saja. Sehingga kita bisa melakukan prosesi wisuda secara offline (langsung),” kata Supaat.
Baca juga: Pertama Kali Ada, Sekolah Akuntansi Pesantren Dilaunching di IAIN Kudus
Para wisudawan yang ikut pengukuhan, lanjut Supaat, diwajibkan memakai masker. Sebelum masuk gedung pun mereka akan dicek suhunya terlebih dahulu. Hanya wisudawan yang diundang dalam sidang senat terbuka, orang tua, keluarga, ataupun pengantar lainnya tidak diizinkan memasuki area wisuda. Bahkan saat prosesi penjemputan, wisudawan akan diatur sedemikian rupa agar tidak ada antrean.
“Penyelenggaraan wisuda offline ini merupakan keinginan mahasiswa, jadi kami mencoba untuk memfasilitasi dengan semaksimal mungkin dengan ketentuan penerapan protokol kesehatan ketat,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

