31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Dishub Kudus Evaluasi Siklus Lampu Lalin di Tiga Lokasi, Ada yang Durasinya Terlalu Lama

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus mulai mengevaluasi siklus alat pemberi isyarat lampu lalu lintas (APILL) di tiga titik lokasi, Senin (16/5/2022). Yakni di Simpang 4 Panjang, Simpang 4 Lingkar Jepang, dan Simpang 4 Prambatan.

Kepala Dishub Kudus Catur Sulistiyanto mengaku menerima banyak keluhan warga selama libur panjang lebaran Idul Fitri kemarin. Bahwa lampu lalu lintas tanda berhenti (merah) di Simpang 4 Prambatan durasinya terlalu lama hingga membuat kemacetan.

Baca juga : Pertigaan Bacin dan Perempatan Besito Kini Sudah Terpasang Traffic Light

-Advertisement-

“Saya langsung minta tim untuk mengevaluasi. Bisa saja dengan durasi lampu hijau lebih diperpanjang dan lampu merah dipersingkat, sehingga tidak menggangu yang lain. Semua harus benar-benar dievaluasi,” jelas Catur.

Detailnya, Catur mengusulkan, di Simpang 4 Prambatan dari jalan sebelah selatan durasi lampu merahnya diperpanjang. Sementara dari arah barat dan timur, lampu hijau yang durasinya diperpanjang.

Namun dalam perubahan durasi ini, kata Catur, membutuhkan waktu yang cukup lama. Dengan tahapan proses, dijadwalkan keputusan final didapatkan pada 31 Mei 2022.

“Evaluasi itu butuh proses. Kita perlu menghitung pergerakan kendaraan, kita kan tidak punya alat otomatis, jadi harus benar-benar dihitung. Saya tidak mau kita punya niat menyelesaikan masalah malah tidak maksimal dan menambah masalah baru,” ungkapnya.

Di samping itu, faktor adanya kemacetan di traffic light, menurut Catur disebabkan beberapa keadaan. Mulai dari banyaknya kendaraan yang melintas ditambah lebar jalan yang tidak diperlebar. Sehingga membuat kemacetan.

Baca juga : Tilang Elektronik Berlaku di Kudus, Ini 5 Titik Lampu Merah yang Dipasangi Kamera

“Hal itu yang jadi masalah sebenarnya,” ucapnya.

Kendati demikian, Dishub Kudus tetap akan berusaha untuk menyelesaikan permasalahan. Dijadwalkan mulai 12 Mei lalu dengan survei pendahuluan dan inventarisasi simpang yang bermasalah, 18-19 Mei survei CTMC (Classified Turning Movement Counting) yakni gerakan membelok, setting control pada 24 Mei, dan evaluasi pada 25 Mei 2022. Serta tahapan terakhir pada 31 Mei 2022 sudah ada penetapan siklus.

“Harapannya semua bisa selesai dengan lancar sesuai jadwal,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER