Antisipasi Hepatitis Misterius, Komisi D DPRD Kudus Minta Sekolah Jamin Keselamatan Siswa

BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua Komisi D DPRD Kudus Ali Ihsan meminta semua pihak untuk selalu siaga terhadap penyebaran hepatitis misterius. Apalagi, wabah ini banyak menyerang anak-anak. Disdikpora pun diminta mengedukasi siswa dan menyebarkan pamflet informasi agar siswa dan orangtua waspada.

“Sebagai langkah antisipasi mewabahnya hepatitis akut, kita harus benar-benar mengantisipasi. Jangan hanya sekadar berhenti di surat keputusan atau surat edaran, antisipasi harus dilakukan sungguh-sungguh, agar tidak ada kasus bahaya yang kembali mewabah di Kudus,” ungkapnya Bdalam rapat koordinasi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora), dan RSUD dr Loekmono Hadi di DPRD Kudus, Rabu (19/5/2022).

Terlebih, lanjut dia, pembelajaran tatap muka (PTM) sudah dilakukan seratus persen. Ihsan meminta pihak sekolah bisa menjaga para siswa-siswinya, mengingatkan untuk menjaga kebersihan dan mentaati protokol kesehatan.

-Advertisement-

Baca juga: Hartopo Ingatkan Warga Kudus Waspada Penularan Hepatitis Misterius, Ini Gejalanya

“Semua harus waspada, menjaga kebersihan, protokol kesehatan. Covid-19 masih mengintai, jangan sampai ada wabah hepatitis. Harus diwaspadai bersama, ini tanggungjawab kita semua,” jelasnya.

Perwakilan RSUD Kudus, Abdul H mengatakan, saat ini RSUD Kudus sudah menyiapkan pemeriksaan di UGD, pemeriksaan darah, dan screening awal ketika ada pasien memiliki gejala hepatitis.

Menurutnya, di Kudus belum ada kasus Hepatitis Misterius atau akut. Kasus Hepatitis yang diderita masyarakat Kudus adalah Hepatitis B.

Baca juga: Antisipasi Hepatitis Akut, Gibran Akan Fokus Monitoring Anak-anak

“Namun bagi siapapun yang mengalami gejala seperti muntah, mual selama tiga hingga tujuh hari segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau ke rumah sakit terdekat,” ungkapnya.

Sebagai langkah pencegahan awal, Abdul menyarankan masyarakat bisa memulainya dengan menjaga kebersihan. Terkhusus pada anak-anak, orangtua perlu mengedukasi agar menjaga pola makan. Jangan sampai makan makanan yang tidak higienis.

“Rata-rata hepatitis akut ini terjadi pada anak usia SD hingga SMP. Kebanyakan karena makanan yang kurang higienis. Untuk itu, kami meminta untuk tetap jaga kesehatan dan jaga kebersihan anak-anak,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER