Resign dari Bank, Begini Kisah Berliku Budi Rintis Usaha Sarung Batik Kudus yang Kini Laris Manis

BETANEWS.ID, KUDUS – Budi Wicaksono (38) terlihat sedang memasukkan sarung yang sudah terlipat rapi ke dalam wadah pouch. Dibantu beberapa orang, ia sibuk menyelesaikan pengepakan sarung batik bermerek Al-Hazmi di gerainya yang berada di Desa Purwosari, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus.

Apalagi untuk Ramadan ini, ia menyiapkan ribuan stok dengan belasan motif terbaru. Budi pun menceritakan, pada mulanya ia memproduksi sarung batik tulis. Namun karena harga sarung batik tulis tidak bisa menjangkau semua kalangan, akhirnya ia berinisiatif untuk memulai inovasi baru dengan menggunakan handprint.

Ribuan sarung batik Al-Hazmi dengan beragam motif tersedia di gerai yang berada di Desa Purwosari, Kudus. Foto: Kartika Wulandari.

Baca juga: Tak Hanya Laris di Dalam Negeri, Sarung Batik Al Hazmi Juga Sering Ekspor ke Luar Negeri

-Advertisement-

Budi juga berbagi kisah bagaimana awal mula ia memulai usaha sarung batik khas Kudusan tersebut.

Sebelum terjun sebagai pengusaha sarung batik Kudusan, ia merupakan pegawai di salah satu bank. Dengan tekat yang kuat, ia akhirnya keluar dari pekerjaannya itu, dan merintis usaha sarung batik.

“Sebelum menggeluti usaha sarung, saya sempat bekerja di bank selama 10 tahun, posisi terakhir sebagai manajer. Tapi saya berpikir, kalau kerja sama orang itu kan sama saja tenaga, waktu dan pikiran kita itu dibeli sama orang dan kita susah untuk berkembang. Makanya saya putuskan, sebelum resign saya mencoba merintis usaha juga. Baru setelah saya rasa usaha semakin bagus penjualanya, saya putuskan resign,” tambahnya.

Ia mengaku, awalnya sempat kesulitan. Karena ketika awal-awal sarung batik tulis cukup mahal, sehingga pemasarannya agak susah. Kemudian 2019 ia mencoba mengkreasikan dengan menggunakan teknik handprint, yang membuat harga sarung lebih terjangkau tetapi warnanya tetap pekat seperti batik tulis.

Dengan menggunakan teknik terbaru, Budi mengaku penjualan sarungnya pun semakin bagus, bahkan sarung buatanya sudah terjual di seluruh Indonesia bahkan luar negeri.

“Dengan harga terjangkau dan kualitas gambar dan warna yang pekat, Alhamdulillah sekarang banyak sekali peminat sarung Al-Hazmi,” ujarnya.

Selain mempunyai kualitas yang bagus, sarung Al-Hazmi pun mempunyai ratusan motif, baik khas Kudus, Solo, ataupun Jogja.

Baca juga : Sarung Batik Al-Hazmi Siapkan Motif Terbaru Khas Kudusan untuk Sambut Ramadan  

“Kami punya ratusan motif dengan pilihan warna yang kekinian jadi kesanya tidak terlihat kuno,” ucapnya.

“Kita penjualanya lewat online dan reseller. Harga per pcs nya mulai dari Rp 105 ribu hingga Rp 175 ribu, dengan ukuran 2 meter,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER