31 C
Kudus
Kamis, Juni 30, 2022
spot_img
BerandaKULINERPenjualan Nila Krispi...

Penjualan Nila Krispi Meladak Usai Ikut Lapak Ganjar, Sri Kini Punya Omzet hingga Rp24 Juta Sebulan

BETANEWS.ID, BANYUMAS – Sri Narsih tak pernah menyangka, orang yang begitu ia idamkan hadir di rumahnya, Jumat (22/4/2022) siang. Saat sedang menggoreng ikan nila produksinya, sebuah mobil Innova hitam berhenti dan keluarlah sosok Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Sudah lama Sri menantikan bisa bertemu dengan Ganjar untuk mengucapkan terima kasih. Bagi warga Bobosan Purwokerto itu, Ganjar adalah sosok yang sangat berjasa bagi kehidupannya, karena usaha nila krispi yang dirintisnya menjadi boom dan terkenal berkat Lapak Ganjar.

Ganjar Pranowo mengunjungi rumah Sri yang memproduksi nila krispi. Foto: Ist.

“Terima kasih, Pak, berkat Lapak Ganjar dagangan saya ini jadi laris. Alhamdulillah setelah direpost sama bapak, itu sangat membantu sekali, sangat bermanfaat buat kami. Terima kasih, Pak,” kata Sri.

- Ads Banner -

Sri mengatakan, sebelum ikut Lapak Ganjar, dagangan yang ditawarkan di Instagram itu tak ada yang melirik. Namun setelah direpost, dagangannya langsung terkenal. Banyak pesanan yang datang, bahkan dari luar Jawa.

Baca juga: Bahagianya Asri, Pengusaha Eggroll Ini Bisa Kembali Bayar Sekolah Anak Berkat Lapak Ganjar

“Ada yang dari Pontianak dan banyak daerah lain, Pak, di luar Jawa yang pesen ke saya. Sekarang saya juga sampai nambah karyawan untuk memenuhi pesanan,” terangnya sambil tersenyum.

Sambil mengajak Ganjar berkeliling melihat produksi UMKM nila krispinya itu, Sri bercerita tentang perkembangan usahanya. Setelah ikut Lapak Ganjar, omzet penjualannya bisa Rp15 juta per bulan.

“Di bulan ramadan seperti ini, omzetnya justru naik lebih tinggi lagi, Pak, sebulan bisa mencapai Rp24 juta. Saya juga sudah jualan di marketplace besar seperti Shopee dan lainnya,” pungkasnya.

Ganjar begitu senang melihat semangat Sri Narsih. Pelaku UMKM Nila krispi asal itu tidak menyerah untuk tetap survive di tengah kondisi yang tidak menentu seperti saat ini.

“Bu Sri Narsih ini buat keripik ikan Nila namanya Sarmila. Beliau tidak pernah menyerah dan terus belajar. Ini sekarang packagingnya sudah mulai bagus, dan beliau juga ceritanya pernah ikut Lapak Ganjar dan katanya penjualan jadi semakin naik,” kata Ganjar.

Baca juga: Madu Lokal Magelang Ini Bisa Go Internasional Sejak Ikut Lapak Ganjar

Selain itu, Sri juga sudah memasarkan produknya ke marketplace besar. Ia juga terus mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jateng untuk mengupgrade produknya.

“Beliau ikut pelatihan, diajari manajemen, packaging, pemasaran dan lainnya. Dan bu Sri ini semangat sekali, tidak lelah untuk belajar sehingga sekarang hasilnya bagus,” ucapnya.

Ganjar berharap Sri Narsih terus meningkatkan produktivitas. Ia juga meminta Sri mengembangkan produk tidak hanya satu jenis, namun bisa berbagai jenis olahan yang ada.

“Misalnya keripik ikan Sidat, itu kan gizinya tinggi dan di Jepang mahal sekali. Ya siapa tahu bisa mengolah itu. Tapi ini basicnya sudah benar, tinggal menjaga kualitas, pelayanan prima dan jangan lelah untuk berinovasi,” tandas Ganjar.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Ahmad Muhlisin
Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler