31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Madu Lokal Magelang Ini Bisa Go Internasional Sejak Ikut Lapak Ganjar

BETANEWS.ID, MAGELANG – Siapa sangka, madu produksi lokal bisa go internasional? Begitulah yang dialami Wijaya Madu Borobudur setelah mengikuti Lapak Ganjar, beberapa waktu lalu.

Lapak Ganjar sendiri merupakan ruang promosi online bagi UMKM, yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Lapak Ganjar hadir secara tematik setiap sepekan sekali. Pelaku UMKM yang terpilih akan ditampilkan di instastory Gubernur langsung.

Madu lokal Magelang yang kini sudah merambah pasar mancanegara. Foto: Ist.

Aklis Nurdiansyah, pemilik usaha Wijaya Madu Borobudur mengatakan, ia mulai merintis usahanya itu sejak 2019. Bertepatan pandemi, di mana madu banyak diminati masyarakat.

-Advertisement-

Baca juga: Berkat Lapak Ganjar, Omzet Penjualan Batik Sri Ambarwati Naik 350 Persen

Namun saat itu, permintaan hanya datang dari sekitaran Borobudur, Kabupaten Magelang. Selama ini, ia mempromosikan produknya melalui akun media sosial pribadinya, baik Facebook, Instagram, dan Watshapp.

Lalu, ia berinisiatif untuk mengikutkan Lapak Ganjar. Alhasil, produknya lebih luas dikenal, bahkan sampai ke luar negeri, seperti Swiss dan Belanda.

“Produk madunya itu semakin dikenal di berbagai daerah di luar Jawa. Seperti Sumatra, Kalimantan, Papua dan Batam. Bahkan ada salah seorang pengusaha di Magelang yang membawa produk madunya untuk dijual di Swiss dan Belanda,” ujarnya, saat ditemui di rumahnya Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, beberapa waktu lalu.

Aklis bahkan sempat kewalahan untuk memenuhi banyaknya permintaan. Ia harus membagi stok madunya di antara daerah-daerah konsumennya. Mulanya, ia hanya bisa menjual 10 botol per hari, dan saat ini bisa menjual 40 botol per harinya.

“Pernah kita stop karena stok terbatas dan permintaan banyak. Akhirnya kita harus bagi untuk daerah-daerah pembeli,” tuturnya.

Baca juga: Ikut LapakGanjar, Teri Bawang Goreng Buatan Warga Blora Langsung Dibeli Ari Lasso

Hingga saat ini, Aklis terus mengembangkan usaha madunya baik secara kuantitas maupun kualitas.

“Usaha ini melibatkan dua orang teman saya. Yakni pemburu lebah dan petani lebah. Untuk mendapatkan madu yang berkualitas, lebah ini kita taruh di atas Bukit Menoreh yang masih bisa menyerap sari-sari bunga alami,” terangnya.

Dari pengalamannya itu, Lapak Ganjar sangat membantu UMKM untuk maju. Bukan hanya di Jawa Tengah, melainkan seluruh UMKM di Indonesia.

“Di tengah kesibukannya, Pak Ganjar masih peduli kepada UMKM kecil,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER