BETANEWS.ID, TEMANGGUNG – Asri Budiyanti tampak telaten menuangkan adonan dalam cetakan berbentuk kotak yang berada di atas kompor. Cetakan itu merupakan alat pembuat kue gapit yang kini jadi ladang rezeki keluarganya. Apalagi, usahanya kini makin moncer sejak ikut Lapak Ganjar, beberapa waktu lalu.
Warga Kabupaten Temanggung itu lantas menceritakan pengalamannya mengikuti Lapak Ganjar, ajang promosi di instatsory Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Asri bersama suaminya, sebenarnya memiliki usaha jual peralatan pertanian di pasar. Namun, usahanya itu melemah dan turun drastis karena pandemi Covid-19. Bahkan, ia tidak mampu membayar biaya sekolah kedua anaknya beberapa bulan.

“Suami dan saya sebenarnya punya usaha jual alat pertanian, tapi karena pandemi pendapatan menurun drastis,” ujar Asri saat ditemui di rumahnya Mardisari RT 7 RW 3 Kertosari, Kabupaten Temanggung, Jumat (8/4/2022).
Baca juga: Berkat Lapak Ganjar, Omzet Penjualan Batik Sri Ambarwati Naik 350 Persen
Kondisi itu membuat Asri merintis usaha pembuatan kue kering, eggroll. Awalnya, produksinya hanya sesuai dengan pesanan, hingga akhirnya mengikuti Lapak Ganjar.
“Niatnya ikut Lapak Ganjar untuk menaikkan omzet. Karena kalau ikut Lapak Ganjar banyak orang yang tanya, lewat komentar dan DM. Dan, saya mencoba memasukkan produk saya ke Lapak Ganjar, alhamdulillah direpost sama Pak Ganjar,” ungkapnya.
Menurutnya, usaha yang diberi nama Serena Kertomadu itu berkembang pesat usai direpost di instastory Ganjar Pranowo. Penjualannya meningkat drastis, yang awalnya 100 kilogram menjadi 300 kilogram per bulan.
“Kalau Ramadan seperti ini permintaan banyak, sampai lembur buatnya,” tuturnya.
Baca juga: Madu Lokal Magelang Ini Bisa Go Internasional Sejak Ikut Lapak Ganjar
Selama ini, produknya sudah mendapat pasar di Jawa Tengah, dan beberapa di antaranya di Bali dan Kalimantan.
“Kalau buat oleh-oleh sudah sampai Bali dan Kalimantan,” imbuhnya.
Baginya, Lapak Ganjar sangat membantu untuk UMKM yang ingin berkembang.
“Karena ada peningkatan, akhirnya bermanfaat bagi pendidikan anak. Dulu waktu pandemi sempat nunggak membayar, sekarang sudah bisa membayar lagi. Anak saya dua. Satu SMP dan satunya masih SD,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

