Disdag Kudus Diminta Usulkan Anggaran Pemeliharaan Pasar Sekitar Rp 1 Miliar pada APBD Perubahan

BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus HM Hartopo bersama Dinas Perdagangan (Disdag) melakukan sidak Pasar Brayung, di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kudus, Kamis (21/4/2022). Hartopo mengecek harga bahan pokok di pasaran saat ini menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Ketika rombongan sampai di blok makanan ringan, hujan deras tiba-tiba mengguyur wilayah tersebut. Tak disangka, tiba-tiba ada aliran air mengucur deras dari atap. Diketahui, penyebabnya karena adanya talang air bocor.

Baca juga : Sidak ke Pasar Brayung, Bupati Kudus Dapati Harga Daging Ayam Naik Hingga 35 Persen

-Advertisement-

Hartopo bersama rombongan melihat secara langsung air yang masuk ke dalam pasar tersebut. Bukan hanya di satu titik, tapi talang air yang bocor ada di beberapa titik lokasi pasar.

Untuk itu, Hartopo segera meminta Dinas Perdagangan untuk mempersiapkan dan mengusulkan anggaran perbaikan pada APBD Perubahan tahun ini.

“Di perubahan ini, (Dinas Perdagangan) saya suruh menganggarkan sekitar Rp 1 miliar untuk pemeliharaan pasar-pasar di Kudus yang perlu pemeliharaan,” kata Hartopo.

Sebelumnya, lanjut Hartopo, perbaikan talang air yang rusak telah diperbaiki secara manual oleh Disdag Kudus. Hanya saja tidak maksimal, diperbaiki secara manual dan seadanya.

Untuk itu, Hartopo pun meminta pada Disdag melakukan pengecekan pasar-pasar mana yang perlu diperbaiki. Dalam rancangan APBD Perubahan nanti, Disdag diminta untuk mengajukan anggaran pemeliharaan pasar tradisional.

“Di perubahan saya suruh mengajukan anggaran, nanti kita kawal,” tegas orang nomor satu di Kudus tersebut.

Di samping itu, Kepala Disdag Kudus Sudiharti mengaku, selama dua tahun terakhir, Disdag tidak memiliki anggaran perawatan atau pemeliharaan pasar. Akibat pandemi Covid-19, banyak anggaran yang direfocusing untuk penanganan pandemi. Sehingga biaya pemeliharaan pasar pun Rp 0.

“Tiap tahun kita tetap mengusulkan, tiap tahun sudah mengusulkan,” ucap perempuan yang sering disapa Etik tersebut.

Lebih lanjut, bila ingin memperbaiki secara maksimal kerusakan-kerusakan di pasar tradisional, paling tidak dibutuhkan Rp 500 juta untuk satu pasar kecil seperti Pasar Brayung. Tapi untuk pasar yang cukup besar seperti Pasar Kliwon, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 1 miliar.

“Anggaran itu untuk pemeliharaan banyak hal. Talang air, lampu mati, dan lainnya. Kecuali saluran pembuangan, karena itu bukan tanggungjawab kami (Disdag),” jelas Etik.

Baca juga : Disdag Kudus Cek Harga Minyak Goreng di Pasar Tradisional, Ini yang Didapat

Di sisi lain, Etik mencoba mengusulkan dibuatkan saluran pembuangan di setiap pasar. Sebab banyak pasar di Kudus yang tidak memiliki saluran pembuangan baik. Seperti pasar di Desa Wates, Kalirejo, Jekulo, dan Brayung. Dengan total anggaran diperkirakan sekitar Rp 1,5 miliar.

“Tapi pengadaan untuk saluran pembuangan bukan wewenang kami,” tegasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER