BETANEWS.ID, SOLO – Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Solo Raya melakukan aksi demonstrasi di Flyover Purwosari, Selasa (12/4/2022). Mereka memulai aksi dengan berjalan kaki dari lampu merah Kleco, melewati flyover sampai ke sisi satunya, dan melakukan pernyataan sikap di bawah flyover.
Salah seorang anggota HMI Cabang Surakarta, Wira menjelaskan, aksi tersebut merupakan bentuk perjuangan HMI untuk menuntut keadilan bagi rakyat. Menurutnya, kebijakan yang diberikan oleh pemerintah saat ini tidak memihak kepada rakyat.

“Contohnya mengenai kebutuhan pokok, seperti minyak goreng seberapa mahal sekarang. Pemerintah di sini memberikan kebijakan BLT (bantuan langung tunai), itu hanya solusi sementara saja. Sebenarnya permasalahannya adalah ketidaktegasan negara kepada mafia-mafia,” kata Wira.
Baca juga: Ratusan Mahasiswa di Kudus Turun ke Jalan, Tuntut Pemerintah Stabilkan Harga BBM dan Bahan Pokok
Selain itu, Wira juga menyinggung soal kelangkaan bahan pokok lainnya. Tak hanya itu saja, termasuk juga naiknya harga BBM dan juga Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dinaikkan menjadi 11 persen.
“Mungkin kita melihat naiknya hanya 1 persen, namun itu dampaknya sangat besar. PPN itu juga berdampak pada hampir seluruh kebutuhan dari masyarakat,” tambahnya.
Dalam aksi itu juga menyinggung soal eksploitasi tambang andesit yang ada di Desa Wadas yang saat ini menjadi objek pembangunan nasional. Hal tersebut dianggap sangat menyengsarakan rakyat sehingga HMI meminta untuk pemerintah menghentikan eksploitasi itu.
“Dan kita juga tolak penundaan pemilu 2024. Ya memang kemarin sempat presiden mengatakan bahwa Pemilu tetap dijalankan sesuai konstitusi, namun kita tetap mengawal titik pengesahan itu dari KPU dan Bawaslu bahwa Pemilu tetap dilaksanakan pada 2024. Jadi tidak diperpanjang lagi atau tiga periode,” kata anggota HMI Cabang Sukoharjo, Izza.
Baca juga: Tegas Tolak Presiden 3 Periode, Gibran: ‘Nek Ono Demo di Solo Tak Melu’
Sementara itu, anggota HMI Sukoharjo, Ali, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal hingga pemerintah memberikan keadilan seutuhnya bagi rakyat. Ia menegaskan, HMI se-Solo Raya juga siap menjadi garda terdepan jika pemerintah mau merevisi undang-undang Dasar 1945 tentang pemerintahan tiga periode. “HMI siap mengawal,” tegas Ali.
Disamping itu, pemilihan Flyover Purwosari sebagai lokasi melakukan aksi lantaran area tersrbut merupakan jalan yang di lalui seluruh masyarakat. Meski Kota Solo merupakan tempat lahir Presiden Jokowi, namun kota satu ini adalah kota bagi seluruh masyarakat.
“Kami katakan mahasiswa di Solo Raya tetap mengawal di pusat. Kita tidak tinggal diam, mahasiswa tetap mengkritisi Jokowi meskipun ini adalah tempat kelahirannya,” tandas Ali.
Editor: Ahmad Muhlisin

