31 C
Kudus
Senin, Juli 22, 2024

Berjualan di Night Market Ngarsopuro, Pedagang Bisa Raup Untung Berkali-kali Lipat

BETANEWS.ID, SOLO – Dibukanya kembali night Market Ngarsopuro setelah dua tahun ditiadakan tentunya membawa berkah kepada banyak pihak, terlebih bagi para pedagang. Bagaimana tidak, hanya berjualan semalam, pedagang bisa mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat dari biasanya.

Ketua Paguyuban Night Market Ngarsopuro, Kornia (48) menjelaskan, pada pelaksanaannya kali ini, pihaknya menyiapkan 70 tenda yang bisa ditempati tiga pedagang. Menurutnya, pada hari pertama setelah dibuka, pedagang sangat antusias berjualan di event itu.

Suasanan Night Market Ngarsopuro yang selalu dipenuhi warga. Foto: Khalim Mahfur

“Kalau di sini kan walaupun setiap minggu, tapi kadang ada yang satu malam itu aja mungkin ini penghasilan satu minggu, jadi kan hasilnya lumayan, ya,” ujarnya, kepada Betanews.id, Sabtu (9/4/2022).

-Advertisement-

Baca juga: Obati Kangen, Warga Solo Padati Night Market Ngarsopuro

Dari data terakhir, ada sekitar 200 pedagang tetap yang tergabung dalam paguyuban tersebut. Namun saat ini ada juga sedikit pedagang tidak tetap yang mendaftar dan ikut berjualan di Night Market Ngarsopuro itu.

“Anggota paguyuban kalau dari data itu ada 200, tapi setelah pandemi ini kita belom upgrade lagi, selama ini masih dihubungi jika ada yang masuk, tapi dari saya sendiri belum berani menambah anggota, kita tunggu kebijakan dari Dinas Koperasi,” kata dia.

Sementara itu, salah seorang pedagang Tiwul yang bernama Hesti Kurnati Ningrum mengaku sudah sejak sebelum pandemi ia berjualan di Night Market Ngarsopuro. Sedangkan untuk setip harinya ia berjualan di Pusat Kuliner Galabo, Solo.

“Iya alhamdulillah ya, kita bersyukur selain bisa untuk operasional kembali bisa juga untuk mengobati kangen para pelanggan. Soalnya selama ini kalau kita sebenarnya terima pesanan di rumah, tapi kan lewat pesanan itu aja kalau ada permintaan baru kita buatkan,” kata dia.

Baca juga: 200 Pedagang Ramaikan Bazar Takjil UKM di Depan Benteng Vastenburg

Sebagai pedagang tidak tetap, Hesti mengaku harus merogoh kocek sebanyak Rp800 ribu untuk satu tendanya per bulan. Kendati demikian, ia mengakiu tidak masalah dengan biaya tersebut karena diberikan kelebihan dibandingkan pedagang lainnya.

“Satu bulannya Rp800 ribu, empat kali jualan. Ya alhamdulillah nutup. Soalnya kita diberi kelebihan dari yang lainnya nya. Satu tendanya bisa dipakai sendiri, kalau yang paguyuban kan satu tenda untuk berempat,” tandas dia.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER