31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Awal Mula Bubur Samin jadi Sajian Khas Ramadan di Masjid Darussalam Solo

BETANEWS.ID, SOLO – Di halaman Masjid Darussalam, Jayengan, Solo, tampak beberapa orang pria sedang memasak. Mereka bergantian mengaduk masakan yang dibuat di sebuah dandang besar. Ternyata, mereka sedang membuat Bubur Samin Banjar.

Bubur Samin Banjar memang sudah menjadi sajian berbuka puasa khas di masjid itu. Bahkan, sudah menjadi tradisi sejak 1985 lalu.

Puluhan warga tampak antre mendapatkan bubur samin khas Ramadan di Masjid Darussalam Solo. Foto: Khalim Mahfur

Kepada Betanews.id, Wakil Ketua Takmir Masjid Darussalam, Noor Cholish menceritakan, Bubur Samin Banjar berasal dari Kalimantan Selatan. Dahulu, banyak orang dari Martapura datang ke Solo untuk melakukan transaksi jual-beli berlian.

-Advertisement-

Baca juga: Bubur Samin Masjid Darussalam Solo, Kuliner Khas Ramadan yang Selalu jadi Buruan Warga

Karena itu juga, kampung di area Masjid Darussalam itu dijuluki Kampumg Permata. Hingga saat ini, kampung tersebut merupakan tempat berkumpul dan bertransaksinya kegiatan jual beli batu mulia, seperti berlian, Intan, emas, dan permata.

“Sejarahnya itu kan biasanya Ramadan ada kegiatan takjil, ada berbagai masakan atau makanan yang disajikan, rata-rata di sini masakan orang Banjar,” kata Cholish, Senin (4/4/2022).

Dulunya warga di Kampung Permata Jayengan ingin membuat suatu hidangan yang mengenyangkan, dan sudah memiliki komposisi yang lengkap. Akhirnya, terciptalah bubur Samin Banjar ini.

“Bubur Samin ini ada daging, sayur, selain beras itu sendiri, bahkan menyehatkan. Ada rempah-rempahnya, yang pasti ada minyak saminnya,” jelasnya.

Cholish mengatakan, tradisi membuat Bubur Samin itu sudah dilakukan turun tenurun. Bahkan, ia termasuk generasi ke empat yang membuat bubur tersebut.

Baca juga: Antusias Masyarakat Tinggi, Gibran Ikut jadi Donatur Bubur Samin di Masjid Darussalam

Pembuatan bubur Samin Banjar menggunakan bahan pokok beras, sekitar 35-40 kilogram, ditambah bumbu-bumbu dan sayur serta daging tetelan, dan tentu saja minyak samin yang menjadikan bubur beraroma sedap dan berciri khas Banjar.

Proses pembuatan bubur Samin juga membutuhkan proses yang cukup lama karena dimasak dalam jumlah yang cukup banyak. Bubur dipersiapkan dan mulai dibuat saat waktu zuhur dan mulai dibagikan setelah asar.

“Setiap harinya, masjid Darussalam menyediakan sekitar 300 porsi bubur samin untuk digunakan sebagai sajian takjil bersama di masjid. Sedangkan, yang dibagikan kepada masyarakat sekitar seribu porsi per hari,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER