31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Singapura Ingin Perkuat Investasi di Kendal, Siapkan Banyak Lapangan Kerja untuk Warga Jateng

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Singapura berkomitmen memperkuat kerja sama dengan Pemprov Jateng, khususnya di Kawasan Industri Kendal (KIK). Hal ini diwujudkan dengan kunjungan Menteri Pembangunan Nasional Singapura Desmond Lee untuk menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Rabu (23/3/2022).

Kunjungan Lee ke Puri Gedeh itu menurut Ganjar adalah tindak lanjut dari pembicaraan yang sempat dilakukannya dengan Dubes Singapura Anil Kumar Naya, awal Maret 2022.

Kunjungan Menteri Pembangunan Nasional Singapura Desmond Lee ke Puri Gedeh untuk menemui Ganjar Pranowo, Rabu (23/3/2022). Foto: Ist.

Ganjar berharap, kawasan industri menjadi zona “Teaching Industry“. Ini artinya, kebutuhan pekerja dapat dipenuhi melalui konfigurasi kurikulum pendidikan, yang berjodoh dengan kebutuhan dunia industri.

-Advertisement-

“Tidak bisnis saja, kita juga support SDM. Saya tawarkan vocational school  yang kita miliki bisa match dengan tenaga kerja yang dibutuhkan industri. Maka industri di Jateng bisa menjadi teaching industry, sehingga siswa yang disiapkan bekerja, bisa belajar di sana,” ucap Ganjar.

Baca juga: Dubes Singapura Kesengsem Investasi di Kendal Industrial Park

Tidak hanya itu, dengan potensi penduduk mencapai 36 juta jiwa, Jateng siap memasok kebutuhan tenaga kerja ke berbagai kawasan industri. Oleh karena itu, dengan investasi Jateng dan Singapura, Ganjar yakin akan tercipta banyak lapangan kerja.

“Komitmen Singapura dan Indonesia dalam kerja sama sangat bagus. Harapannya kita bisa tingkatkan pada sektor lain. Tugas saya ciptakan kondusivitas yang ada di Jateng, sehingga semua welcome dan semua bisa mengakses. Ujungnya harus sejahtera dan bahagia bersama,” paparnya.

Sepaham dengan Ganjar, Lee menyebut Indonesia khususnya Jateng adalah mitra strategis. Kawasan industri yang kini berdiri di Kendal, merupakan hasil dari kolaborasi pengusaha Indonesia dan Singapura.

Bahkan, saat peresmian KIK 2017,  Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong hadir langsung, bersama Presiden Indonesia Joko Widodo.

“Kami sangat ingin melanjutkan kerja sama dengan Jawa Tengah. Singapura dan Indonesia merupakan tetangga dekat dan teman. Kawasan Industri Kendal merupakan kerja sama kami yang pertama di luar Batam, Bintan, dan Karimun,” tuturnya.

Dalam kunjungannya, Lee ingin secara langsung mengunjungi KIK. Ia ingin melihat perkembangan investasi di Kendal dan menyaksikan langsung bagaimana sekolah vokasi (SMK) di Jateng, berkontribusi dalam penyediaan tenaga kerja.

Baca juga: Jateng dan Australia Jalin Kerja Sama Pulihkan Diri dari Pandemi dan Bencana Alam

“Besok saya akan melihat Kendal Industrial Park secara langsung, untuk melihat perkembangan terkini. Dan yang menarik adalah di Kendal, Pak Gubernur tidak hanya menata kawasan industri, tapi juga melatih orang dengan skill yang dibutuhkan dunia kerja. Itu hal yang dibutuhkan antara pekerja, pencari kerja, dan pemerintah,” sambung Lee.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jateng, Ratna Kawuri menyebut, Singapura merupakan mitra dagang strategis bagi Jawa Tengah. Hingga 2021 nilai investasi negara Merlion ini mencapai 135 juta dolar AS. Adapun, investasi terbesarnya adalah perumahan, industri makanan, kawasan industri, peternakan, dan tekstil.

“Di Kawasan Industri Kendal sendiri sudah ada 72 perusahan, 20 operasional, 15 konstruksi selebihnya sedang persiapan. Kalau nilai investasinya sekitar Rp23 triliun, penyerapan tenaga kerja langsung 11.350 orang,” pungkas Ratna.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER