BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan produksi padi tahun ini bisa jauh lebih tinggi daripada 2021 lalu yang mencapai 9,618,657 ton Gabah Kering Giling (GKG). Untuk mencapai target itu, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jateng telah mempersiapkan beberapa program.
Kabid Tanam Pangan Distanbun Jateng Edi Darmanto menjelaskan, ada beberapa langkah yang ditempuh untuk menggenjot produksi padi di Jateng. Pertama, memanfaatkan benih unggul yang berproduktivitas tinggi, berumur pendek dengan rasa yang enak. Selanjutnya, menggunakan teknologi mekanisasi pertanian secara konsisten seperti traktor, transplanter yang dapat mempercepat proses tanam padi, dan pada saat panen menggunakan combine harvester.
“Distanbun Jateng juga memberdayakan Penyuluh Pertanian dalam pendampingan teknologi budi daya dan Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT). Hal tersebut dilakukan untuk menanggulangi serangan hama dan penyakit,” katanya.
Baca juga: Produksi Padi di Jateng Tetap Tinggi Meski Lahan Digerus Proyek Infrastruktur
Selain itu, Jateng juga memunyai brigade olah tanah, dan brigade pengendalian hama serta penyakit. Brigade tersebut tersebar di enam eks karesidenan, yaitu Semarang, Surakarta, Pati, Kedu, Banyumas dan Pekalongan.
Upaya lain yang ditempuh melalui gerakan pompanisasi dan pemanfaatan long storage di beberapa daerah, dalam rangka mencukupi kebutuhan air di saat kemarau. Selain itu, waduk-waduk yang banyak dibangun di Jateng juga menjadi faktor luas tanaman padi di Jateng tetap tinggi.
“Dengan luas tanam dan luas panen bertambah, produktivitasnya naik, menjadikan produksi padi di Jateng terus meningkat,” katanya.
Untuk pupuk subsidi, Jateng memang kurang, karena yang disubsidi pemerintah hanya 48 persen dari kebutuhan. Makanya, Kepala Dinas Pertanian di semua kabupaten/kota harus lebih kreatif mempergunakan pupuk organik dan memanfaatkan jerami kembali ke sawah untuk menambah pupuk hayati pembenah tanah. “Sehingga kekurangan pupuk subsidi Itu bisa tercukupi,” urainya.
Baca juga: Tepati Janji, Pembuat Drone Pertanian Wujudkan Mimpi Ganjar Bangun Big Data Pertanian Jateng
Pihaknya optimistis pada tahun ini produksi padi bisa jauh lebih tinggi. Karena selain gerakan yang telah dilakukan, Jateng juga getol mempraktikan teknologi pertanian 4.0. Dengan teknologi itu diharapkan petani muda milenial tertarik terjun ke dunia pertanian.
“Kalau perhitungan kami, berdasarkan tren 10 tahun terakhir untuk lima tahun ke depan, produksi padi di Jateng masih aman. Selain itu, beras di Jateng juga cukup memikat daerah lain. Kalau sudah diberi brand Delanggu, C4, Raja Lele dan mentik wangi pasti banyak yang meminang,” pungkas Edi.
Editor: Ahmad Muhlisin

