31 C
Kudus
Rabu, Juni 29, 2022
spot_img
BerandaJATENGProduksi Padi di...

Produksi Padi di Jateng Tetap Tinggi Meski Lahan Digerus Proyek Infrastruktur

BETANEWS.ID, SEMARANG – Masifnya pembangunan fisik di Provinsi Jawa Tengah, ternyata tidak menyusutkan produksi padi. Bahkan, produksi padi 2021 lalu meningkat 1,36 persen mencapai 9,618,657 ton Gabah Kering Giling (GKG), dari tahun sebelumnya yang tercatat 9,489,165 ton GKG.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah melalui Kabid Tanam Pangan Edi Darmanto mengatakan, secara nasional Jateng merupakan provinsi lumbung beras ke dua setelah Jawa Timur. Adapun lima besar daerah di Jateng yang jadi penyumbang produksi padi adalah Kabupaten Grobogan 800.945 ton, Sragen 743.074 ton, Cilacap 739.140 ton, Demak 656.823 ton, dan Pati 549.005 ton.

Ia tak menampik, luas lahan di Jateng berkurang dengan adanya berbagai pembangunan infrastruktur. Namun demikian, berbagai usaha intensifikasi dan ekstensi pertanian, menjadikan produksi padi di Jawa Tengah naik.

- Ads Banner -

Baca juga: Meningkat saat Pandemi, Ekspor Pertanian Jateng 2021 Tembus Rp11,10 Triliun

Untuk meningkatkan produksi beras, Jateng memiliki program peningkatan indeks pertanaman. Dengan program itu, luas panen di Jateng juga naik 1,79 persen dibanding 2020. Mulanya 1,67 juta hektare menjadi 1,70 juta hektare pada 2021.

“Luas panen kita naik, karena kita punya program peningkatan indeks pertanaman. Yang biasanya tanam dua kali jadi tiga kali. Yang biasanya tiga kali jadi empat kali. Tambah satuan luas, dengan provitas tertentu sehingga menambah produksinya,” ujarnya saat dihubungi lewat sambungan telepon, Rabu (4/3/2022).

Baca juga: Drone Pertanian Karya Lulusan Universitas Inggris Ini Bisa Pupuk 100 Hektare Sawah Sehari

Pihaknya optimistis pada tahun ini produksi padi bisa jauh lebih tinggi. Karena selain gerakan yang telah dilakukan, Jateng juga getol mempraktikan teknologi pertanian 4.0. Dengan teknologi itu diharapkan petani muda milenial tertarik terjun ke dunia pertanian.

“Kalau perhitungan kami, berdasarkan tren 10 tahun terakhir untuk lima tahun ke depan, produksi padi di Jateng masih aman. Selain itu, beras di Jateng juga cukup memikat daerah lain. Kalau sudah diberi brand Delanggu, C4, Raja Lele dan mentik wangi pasti banyak yang meminang,” pungkas Edi.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Ahmad Muhlisin
Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler