Ternyata Ini Sosok Penggagas Museum Kretek Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Pohon-pohon rimbun tampak menghiasi halaman Museum Kretek. Hawa sejuk dan asri sangat terasa saat memasuki wilayah museum yang berada di Desa Getaspejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tersebut. Sesuai namanya, di dalam museum terlihat berbagai koleksi tentang sejarah kretek di Kabupaten Kudus.

Sejarawan Kudus yakni Sancaka Dwi Supani mengatakan, Museum Kretek digagas oleh Soepardjo Roestam saat menjabat Gubernur Jawa Tengah. Menurutnya, saat berkunjung ke Kudus, Soepardjo Roestam melihat pesatnya industri rokok kretek sebagai penopang perekonomian daerah, bahkan nasional. Namun sayangnya pada saat itu tak ada tempat informasi sejarah atau perkembangan rokok kretek di Kabupaten Kudus.

Baca juga : Satu-satunya di Dunia, Museum Kretek Disebut Sudah Selayaknya Go Internasional

-Advertisement-

“Atas dasar itulah, dan kerja sama dengan Persatuan Perusahaan Rokok Kudus (PPRK) dibangunlah Museum Kretek di lahan sekitar 2,5 hektare,” ujar pria yang akrab disapa Pani kepada Betanews.id, beberapa hari yang lalu.

Dia menuturkan, Museum Kretek Kudus selesai dibangun dan diresmikan pada tanggal 3 Oktober tahun 1986. Yang meresmikan adalah pencetusnya, yakni Soepardjo Roestam.

“Saat itu beliau sudah tak lagi menjabat Gubernur Jawa Tengah, tapi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia,” terangnya.

Dia mengatakan, di dalam Museum Kretek terdapat berbagai barang atau benda yang berhubungan dengan sejarah rokok kretek di Kabupaten Kudus. Di antaranya, diorama pembuatan rokok kretek menggunakan alat tradisional hingga modern. Aneka merk rokok kretek tempo dulu hingga sekarang yang diproduksi di Kudus.

Jenis-jenis tembakau dan cengkeh, alat perajang tembakau serta cengkeh. Foto-foto para tokoh pendiri perusahaan rokok di Kudus dari masa ke masa. Berbagai merchandise sebagai cara promosi rokok kretek. Serta literasi sejarah terciptanya rokok kretek juga ada di museum tersebut.

“Sekarang ini kan kita seperti dibodohi sama orang luar dengan kata Rokok membunuhmu’. Padahal sejarah rokok kretek itu tercipta kan digunakan untuk obat menggik, atau batuk menahun. Oleh sebab itu, keberadaan Museum Kretek itu penting. Agar generasi muda itu tahu sejarah yang sebenarnya,” bebernya.

Pani mengatakan, pada awal-awal sesudah diresmikan, Museum Kretek dikelola oleh PPRK. Namun, pada perkembangannya, serta sesuatu hal pengelolaan Museum Kretek diserahkan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kudus.

Baca juga : Nitisemito, Radja Rokok Kretek Asal Kudus (1)

“Untuk alasan kepindahan pengelolaan ini saya tidak tahu pastinya,” ungkapnya

Sebagai sejarawan dan warga Kudus Pani menyayangkan, dalam pengembangan Museum Kretek yang tak mengedepankan fungsi utama dari museum tersebut. Karena menurutnya, pengembangan Museum Kretek lebih menitikberatkan bagaimana Museum Kretek bisa menghasilkan pendapatan lebih banyak.

“Sekarang itu di Museum Kretek ada kolam renangnya. Mungkin itu akan menarik minat anak-anak untuk datang, tapi untuk renang bukan untuk belajar sejarah tentang rokok kretek,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER