BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus mengadakan Sosialisasi Museum Kretek kepada komunitas, seniman, hingga perangkat desa. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel @hom Kudus, Senin (8/11/2021).
Pada kesempatan itu, salah satu narasumber yang merupakan pemerhati sejarah, Edi Supratno menyampaikan, bahwa penting sekali untuk mengetahui sejarah tentang kretek di Kudus. Sebab, jika tidak paham dengan sejarah kretek, maka Museum Kretek tidak ada maknanya.

Baca juga : Sosialisasi Museum Kretek Sasar Komunitas
“Kretek itu punya masa lalu yang hebat di Kudus, dan sekarang pun masih hebat. Karena kretek mempunyai pengaruh yang besar, baik dari pelakunya maupun dari internasional. Karena kita sudah mengimpor cengkeh, bahan baku dari kretek yang menurut saya perdagangan internasional ini, membuat kretek itu tidak hanya diketahui oleh Nusantara, tapi juga dunia luar,” jelas Edi.
Edi juga menjelaskan, poin penting dari sejarah kretek menjadikan Museum Kretek itu lebih bermakna. Karena, Museum Kretek tersebut melibatkan pihak luar.
Edi juga mengusulkan, ke depan Museum Kretek bisa menjadi titik simpul secara internasional bagi pelaku usaha yang berkaitan dengan kretek dan cengkeh. Karena itu saat yang tepat untuk Museum Kretek menjalin dengan pihak yang terlibat dengan kretek.
“Kalau Musuem Kretek bisa menjadi simpul secara internasional, nanti kan bisa berkolaborasi atau kerja sama dengan kedutaan besar, misalnya di Tanzania, Madagaskar. Sehingga kretek bisa lebih mendunia, karena kretek adalah salah satu potensi langka yang hanya ada satu di dunia,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Kepala Disbudpar Kudus Murtikah menerangkan, saat ini pihak dinas sudah mencoba agar Museum Kretek bisa menjual.
Baca juga : Bupati Kudus Dorong Kunjungan ke Museum Kretek Masuk Dalam Kurikulum Sekolah
Artinya penelusuran sejarah sarana dan prasarana dilengkapi. Sehingga kalau ada wisatawan datang, ada produk wisata yang bisa dinikmati, dilihat dan membawa kesan.
“Mau tidak mau kita harus jadi tuan rumah yang baik, jadi kita berusaha terus tingkatkan sarana prasarana, agar bisa melayani wisatawan dengan baik. Sehingga membuat citra sendiri terharap museum dan mereka bisa datang kembali,” jelasnya.
Editor : Kholistiono

