BETANEWS.ID, KUDUS – Mayoritas warga Kudus hingga saat ini masih memegang teguh ajaran Sunan Kudus. Dari tak menyembelih sapi untuk menghormati agama lain, hingga menghindari sesuatu hal yang tak disukai oleh Sunan Kudus. Sebab, warga masih percaya dan takut kualat jika melanggarnya.
Warga yang masih teguh menjaga itu adalah yang bermukim di sekitar Masjid Langgardalem dan Masjid Menara Kudus. Marbot Masjid Langgardalem Muhammad Rizka mengatakan, satu di antara yang dihindari warga sekitar masjid adalah membangun rumah bertingkat.
“Warga membangun rumah bertingkat, maka dia akan naik dan bahkan tidur di lantai atas. Hal itu dianggap tak beradab, sebab Sunan Kudus yang dulu tinggal di Masjid Langgardalem dan kemudian disemayamkan di area Masjid Menara Kudus itu berada di bawah,” ujar pria yang akrab disapa Rizka kepada Betanews.id, Rabu (2/2/2022).
Baca juga: 95 Persen Bangunan Masjid Langgardalem Masih Asli Peninggalan Sunan Kudus
Rizka mengatakan, dulu pernah ada cerita ada seorang pendatang yang tinggal di sekitar Masjid Langgardalem. Orang tersebut membangun rumahnya jadi berlantai dua. Setelah bangunannya jadi, pemilik rumah mengalami hal naas, yaitu matanya mengalami kebutaan.
“Saat buta itu, sudah diobati kemana saja tetap tak sembuh. Namun, setelah warga tersebut membongkar dak rumahnya, matanya yang buta berangsur-angsur sembuh dan sekarang warga itu sudah bisa melihat kembali,” ungkapnya.
Tak hanya itu, kata Rizka, ada pantangan lain yang masih dijaga warga yaitu menanam tanaman yang merambat. Konon dikisahkan pada masa lalu Sunan Kudus pernah terjatuh akibat tersandung tanaman tersebut.
Baca juga: Sejarah Masjid Langgardalem: Dibangun Sunan Kudus, tapi Tak Digunakan untuk Salat Jumat
“Hingga sekarang warga pun tak ada yang berani menanam tanaman sejenis itu. Mungkin takut terkena apes,” bebernya.
Selain itu, warga sekitar Masjid Langgardalem juga tidak berani memelihara entok dan bebek. Sebab dua binatang itu tak disukai oleh Sunan Kudus. Alasannya dua binatang itu sering bermain di tempat peceren.
“Terkait ini saya malah mengalami sendiri. Saya dulu pernah berniat akan memelihara entok dan bebek. Tapi kakek saya malah melarang. Sebab Kanjeng Sunan Kudus tidak suka sama dua binatang itu. Takut kualat saya pun mengurungkan niatku tersebut,” kenangnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

