31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

95 Persen Bangunan Masjid Langgardalem Masih Asli Peninggalan Sunan Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa tukang tampak sibuk memperbaiki tembok Masjid Langgardalem, Desa Langgardalem, Kecamatan Kudus. Ada yang memplester tembok serta ada pula yang sedang memplitur kusen pintu masjid. Masjid itu memang memang beberapa kali direnovasi, tapi orisinalitas bangunannya diklaim mencapai 95 persen.

Marbot masjid, Muhammad Rizka mengatakan, sampai saat ini pihak masjid masih mempertahanlan bentuk asli bangu8nan yang didirikan Sunan Kudus itu. Meski beberapa kali direnovasi, tapi sifatnya hanya untuk penguatan tembok saja, tidak ada yang berani mengubah bangunannya.

Rizka menunjukkan bagian masjid yang masih asli peninggalan SUnan Kudus di Masjid Langgardalem. Foto: Rabu Sipan.

“Renovasi untuk penguatan bangunan saja. Untuk bentuk bangunan masih aslinya. Bahkan kepang untuk plafon itu masih aslinya peninggalan pada masa Sunan Kudus,” ujar pria yang akrab disapa Rizka kepada Betanews.id, Rabu (2/2/2022).

-Advertisement-

Baca juga: Sejarah Kiai Telingsing, Ulama Tionghoa Penyebar Agama Islam di Kudus

Masjid Langardalem dibangun pada tahun 1480 Masehi, berarti usia kepang itu sudah ratusan tahun. Dia juga mengaku heran, sebab dulu kepang yang dijadikan plafon itu tertutup oleh ternit atau kasibot. Namun, setelah kasibot dibongkar pada 2021, ternyata ada kepang.

“Saya bertanya kepada para sesepuh, mereka malah bilang kepang itu jangan dibongkar. Sebab itu dulu malah plafon asli Masjid Langgardalem peninggalan Sunan Kudus. Kita itu dapat harta karun ini,” kata Rizka menirukan sesepuh yang ditanyainya.

Ia pun tidak membongkar kepang tersebut. Kepang hanya dibersihkan dan kemudian ia pernis agar terlihat lebih bagus dan rapi. Selain kepang, masih banyak bagian Masjid berukuran 16 kali 19 meter yang masih orisinil peninggalan Sunan Kudus.

Di antaranya, empat umpak dan empat tiang saka masjid. Ornamen yang terdapat di dalam lubang angin. Pintu masjid juga masih aslinya, bahkan masih kelihatan bekas pethelannya. Sebab pintu kayu dulu tidak digergaji, juga tidak diserut, tapi dipethel.

Baca juga: Padureksan, Gapura Masjid Wali Jepang yang Dibuat Sunan Kudus dan Filosofinya

“Pintu dan bebarapa soko (tiang) dan belandar masih kelihatan bekas pethelan yang tidak rata,” ungkapnya.

Belandar masjid juga masih aslinya. Hampir sama dengan pintu, belandar dan soko itu hasil pethelan. Tembok bagian depan sebalah kanan dan kiri pintu terdapat ornamen berbau agama Hindu. Ada tumpukan bata merah dengan ornamen bunga, yang juga masih asli dari peninggalan Sunan Kudus.

“Masih banyak yang kami pertahankan, bahkan mustaka serta tiang saka di tempat wudu yang terendam air juga masih ada,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER