BETANEWS.ID, SOLO – Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta merilis survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dalam satu tahun kepemimpinan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa. Survei tersebut dilakukan selama Februari 2022 dengan melibatkan 550 responden warga Kota Solo.
Dalam survei tersebut, kinerja Gibran-Teguh dinilai sangat baik di sektor layanan masyarakat dan kesehatan. Namun, di sektor pendidikan survei tersebut menyebutkan hasilnya kurang memuaskan.

Ketua Program Studi Strata 2 Magister Administrasi Publik (MAP) Unisri, Suwardi membeberkan, Gibran-Teguh mulai memimpin Kota Solo saat sudah dalam masa pandemi Covid-19. Apalagi, banyak pro dan kontra dalam pembelajaran selama pandemi ini soal Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Baca juga: Sebentar Lagi Solo Akan Punya Bus Ramah Disabilitas
“Aspek yang masih belum maksimal dilaksanakan oleh Pemkot adalah pelaksanaan kebijakan di bidang pendidikan dasar (SD dan SMP), pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ), dan pembelajaran tatap muka (PTM). Data survei menunjukan belum maksimal,” kata Suwardi.
Dalam survei menyatakan jika pelaksanaan PJJ untuk SD dan SMP diapresiasi baik. Dijalankan sangat tegak (57.6 persen), dijalankan secukupnya (35.3 persen). Namun demikian masyarakat ada yang menyatakan dijalankan ala kadarnya (5.1 persen), dan gagal atau tidak dijalankan (0.2 persen).
Sedangkan untuk pelaksanaan PTM, survei menyatakan jika PTM diapresiasi positif. Dijalankan sangat maksimal (59 persen), dijalankan secukupnya (32.9 persen). Namun ada yang menyatakan dijalankan ala kadarnya (6.4 persen) dan gagal atau tidak dijalankan (0.2 persen).
“Menurut hasil survei ini, pemkot dinilai terlalu berhati-hati. Sehingga menimbulkan kesan pemkot cenderung ragu-ragu. Hal ini sebenarnya perlu dimaklumi karena perspektif yang beragam atas tingkat fatalitas serangan Covid-19 di masyarakat,” kata Suwardi.
Baca juga: Terminal Tirtonadi Akan Dikembangkan jadi Pusat Kegiatan di Solo
Seperti diketahui, lanjut Suwardi, pelaksanaan PTM di Solo terbilang sangat ketat dan taat akan protokol kesehatan. Gibran juga sangat tegas jika mendapati sekolah yang tidak menaati protokol kesehatan. Salah satunya adalah memberikan terguran dengan memarkirkan mobil dinasnya di sekolah yang melanggar. Tindakan tersebut menunjukkan bahwa Gibran adalah sosok wali kota yang tegas dan bijak.
“Tidak itu saja, selama PTM Pemkot Solo juga aktif melakukan surveilans ke sekolah-sekolah untuk memastikan tidak adanya penyebaran virus Covid-19. Begitu ada sekolah yang terpapar, pihak pemkot langsung memerintahkan sekolah tersebut melangsungkan pembelajaran secara daring,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

