BETANEWS.ID, KUDUS – Tugu identitas Kudus dibangun pada tahun 1986. Monumen yang dibangun pada masa Bupati Kolonel Soedarsono itu, sebagai penanda titik tengah kota. Namun, selain itu, ada tujuan lain pembangunan monumen setinggi sekitar 27 meter tersebut. yakni untuk melihat keindahan Kota Kudus dari atas pada masa itu.
Ditemui di ruangan kantornya, sejarawan Kudus yakni Sancaka Dwi Supani mengatakan, pada masa itu bangunan Tugu Identitas mungkin paling tinggi dibanding bangunan lain di sekitarnya. Letaknya yang strategis, sehingga saat berada di bagian atas Tugu Identitas, warga bisa melihat keindahan Kota Kretek.
Baca juga : Tugu Idenditas di Sebelah Hypermart Ini Ternyata Titik Tengah Kabupaten Kudus
“Dulu kantor Djarum belum tinggi. Sekitaran Tugu Identitas juga masih berupa taman dan perkampungan. Sehingga kita kalau naik ke atas bisa melihat keindahan Kudus,” ujar pria yang akrab disapa Pani kepada Betanews.id, Kamis (27/1/2022).
Pani mengungkapkan, bangunan Tugu Identitas memang dibikin menyerupai Menara Kudus. Hal itu karena Menara Kudus merupakan ikon Kudus. Namun, untuk menjaga warisan cagar budaya Menara Kudus, tak sembarang orang boleh naik ke atas.
“Pada saat itu banyak warga yang penasaran untuk naik ke Menara Kudus untuk melihat Kudus dari atas. Namun kan tidak boleh sembarang orang. Sejak ada Tugu Identitas itulah, warga Kudus berbondong bondong untuk melihat keindahan Kota Kudus dari atas,” ungkapnya.
Dia menuturkan, Tugu Identitas pada masa itu memang jadi jujugan tempat wisata. Banyak muda-mudi atau pun keluarga yang menghabiskan waktu di monumen yang berada di Desa Getaspejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tersebut.
“Dulu itu ramai dikunjungi warga. Sebab memang lokasinya strategis dan sekelilingnya itu taman, jadi indah dan asri,” jelasnya.
Supani menyampaikan, selain dikenal sebagai Tugu Identitas, bangunan yang mirip dengan replika Menara Kudus itu juga dikenal dengan sebutan Tugu Semarak. Sebutan itu merupakan akronim.
Baca juga : Nasib Tugu Identitas Kudus, Kini Tak Terawat dan Banyak Bagian Rusak
“Semarak yang artinya Sehat Maju Rapi Aman dan Konstitusional. Dulu Tugu Identitas ini ramai. Terutama saat Mal Matahari dibangun,” ungkapnya.
Supani berharap, agar Tugu Identitas Kudus dapat dilestarikan. Sehingga generasi penerus dapat memahami sejarah yang ada di Kota Kretek.
Editor : Kholistiono

