BETANEWS.ID, SEMARANG – Gelombang tinggi tak hanya berdampak bagi para nelayan di Kota Semarang. Karena berdasarkan pantauan betanews.id di Pasar Ikan Tambaklorok, harga ikan ikut meroket.
Pasalnya, sejak gelombang laut tinggi banyak nelayan yang tak melaut yang membuat pasokan ikan berkurang drastis. Akibatnya, harga ikan kemudian melambung tinggi. Bahkan, ikan jenis cumi-cumi juga sudah mulai langka dijual.

Kepala pedagang Pasar Ikan Tambaklorok, M Amron mengatakan, saat ini harga ikan memang banyak yang naik karena gelombang laut yang masih tinggi.
Baca juga: Gelombang Tinggi, Ribuan Nelayan di Jateng Tak Bisa Melaut
“Jadi nelayan belum berani melaut jadi harga ikan juga ikut naik,” jelasnya saat ditemui di pasar, Selasa (8/2/2022).
Kenaikan harga yang paling tinggi adalah cumi-cumi dan udang. Cumi-cumi yang awalnya Rp55 ribu per kilogram sekarang bisa sampai Rp75 ribu tergantung ukuran.
“Rata-rata kenaikan cumi Rp15 ribu per kilonya,” ujarnya.
Sedangkan untuk udang yang awalnya Rp55 ribu per kilogram sekarang bisa sampai Rp80 ribu, dengan kenaikannya mencapai Rp20 ribu per kilogramnya.
“Ini naiknya sejak adanya gelombang tinggi awal tahun ini,” paparnya.
Baca juga: Nelayan Tegal Sulit Urus Izin Melaut, Ganjar Langsung Telpon Menteri KKP Minta Solusi
Salah satu pedagang ikan, Saiyah menambahkan, selain cumi-cumi dan udang, ikan gurami, bawal, dan tongkol juga ikut naik. Awalnya, ikan tongkol harganya Rp21 ribu sekarang Rp27 ribu.
“Jadi sejak tahun baru sampai sekarang harga ikan tak pernah turun,” katanya.
Hal yang sama juga dialami Siti Mualifah penjual cumi-cumi dan udang. Sejak awal tahun, dia tak mempunyai stok cumi-cumi karena nelayan libur mencari ikan.
“Setelah tahun baru sudah tak ada stok cumi-cumi. Banyak pelanggan yang kecewa,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

