31 C
Kudus
Rabu, Juni 29, 2022
spot_img
BerandaKUDUSKarakter Kudus Kota...

Karakter Kudus Kota Empat Negri Diharapkan Bisa jadi Daya Tarik Investor

BETANEWS.ID, KUDUS – Untuk menarik investor ke Kabupaten Kudus, karakter baru Kudus mulai disiapkan. Mengusung karakter Kudus Kota Empat Negri, diharapkan bisa menjadi branding bagi Kudus.

Bukan hanya investor, tapi juga para wisatawan diharapkan dapat tertarik untuk mengunjungi Kudus. Sebab, Kudus memiliki cerita sejarah yang hebat. Kental adanya campur tangan 4 negri, yaitu adanya peradaban Jawa, Cina, Arab dan Eropa.

Baca juga : Kudus Kota Empat Negri, Julukan Baru untuk Kabupaten Kudus

- Ads Banner -

“Kudus, kita harus punya deferensiasi. Untuk menarik investor agar supaya masuk (berinvestasi), bahwa Kudus itu ramah investasi. Dengan branding identity ini, harapan kami ada ketertarikan dari investor,” kata Bupati Kabupaten Kudus HM Hartopo, Selasa (8/2/2022).

Untuk itu, Focus Group Discussion (FGD) brand identity “Kudus Kota Empat Negri” pun dilakukan. Kegiatan itu digelar di Aula Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus, Selasa (8/2/2022).

“Mudah-mudahan hasilnya (FGD) bisa bermanfaat dan bisa ditindaklanjuti dengan nyata,” sambung Hartopo.

Dari hasil FGD ini nanti, Pemkab Kudus akan melanjutkan dengan persiapan legal formal karakter baru Kudus ini. Baik itu Peraturan Bupati (Perbup) atau bahkan Peraturan Daerah (Perda) bila memang diperlukan.

“Legal formal akan kita tindaklanjuti setelah FGD. Ini masih proses pengkajian. Kalau memang perlu Perbup atau Perda, akan kita tindaklanjuti,” ungkapnya.

Dalam pembentukan karakteristik sebuah daerah, menurut Hartopo, bisa terjadi atas dua pendekatan. Pertama berasal dari kebiasaan masyarakat yang dilakukan terus-menerus, yang lama-lama menjadi sebuah budaya.

Kebudayaan ini bisa dilihat dari tampilan, maupun arsitektur. Menurut Hartopo, pendekatan ini dinamakannya sebagai behavior characteristic approach yang memerlukan waktu panjang.

Namun pihaknya lebih tertarik dengan pendekatan kedua, yakni tampilan kota akan mempengaruhi kebiasaan masyarakat. Atau dinamakannya sebagai role model approach.

“Ini menjadi PR kita bersama. Tanggung jawab semua stakeholder. Ruang kolaborasi bisa terbentuk apabila kita memiliki tujuan yang sama. Penentuan inilah yang penting. Brand identity bisa menjadi direction (penghubung), menyatukan visi dan misi seluruh stakeholder yang ada,” jelas Hartopo.

Baca juga : Desa Wisata Janggalan Dilaunching, Disebut Jerusalem van Java dari Kudus

Untuk itu, pihaknya mengajak semua stakeholder di Kudus untuk ikut dalam proses pembentukannya. Khususnya melalui program branding identity yang mulai digodok ini.

“Saya mengharapkan ada sebuah tindakan kolaborasi riil yang nyata tentang konsep Brand Identity Kudus Kota Empat Negri ini. Wisatawan tidak hanya membawa oleh-oleh makanan saat pulang dari Kudus, namun juga ada cerita yang bisa diceritakan kepada orang-orang,” harapnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler