Terkenal dengan Rasanya yang Manis, Buah Naga Organik di Tya Farm Jadi Buruan Warga

BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan tanaman buah naga terlihat berjajar di sebuah kebun. Di antara ratusan tanaman tampak dua orang perempuan terlihat memetik buah naga berwarna merah merona, menandakan buah tersebut sudah masak. Itulah suasana memetik buah naga organik di perkebunan Tya Farm.

Sembari terus memilih dan memetik buah naga, satu di antara perempuan tersebut yakni Suaedah (42) yang merupakan pengunjung sudi berbagi penjelasan. Dia mengatakan, sudah lama berlangganan buah naga di Tya Farm. Sebab menurutnya, buah naga di Tya Farm rasanya paling manis dari buah naga yang ada di pasaran.

“Jujur ya, sebenarnya saya dulu itu tidak doyan buah naga. Namun, sejak mencicipi buah naga di Tya Farm ternyata rasanya manis. Sehingga bikin saya doyan dan berlangganan hingga sekarang,” ujar perempuan yang akrab disapa Ida kepada Betanews.id, Senin (24/1/2022).

-Advertisement-
Djakfar, Owner Tya Farm. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga : Djakfar, Pensiunan Pegawai Bank yang Sukses Budidaya Buah Naga Secara Organik

Perempuan yang tercatat sebagai warga Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus itu menuturkan, setiap musim panen buah naga di Tya Farm, ia selalu datang untuk membeli, tidak untuk dijual tapi untuk dikonsumsi keluarga sendiri. Bahkan ia mengaku membeli dalam jumlah yang cukup banyak.

“Setiap musim panen selalu beli. Setiap kali ke Tya Farm saya itu minimal beli buah naga 16 kilogram. Bahkan saya pernah beli 26 kilogram,” bebernya.

Ia mengaku, tak khawatir buah naga yang dibelinya dalam jumlah banyak itu akan busuk. Sebab menurutnya, buah naga dari Tya Farm mampu bertahan hingga sepekan dalam kulkas.

“Keunggulan buah naga dari Tya Farm, selain rasanya manis juga tidak mudah busuk,” tandasnya.

Sementara itu Djakfar (63) pemilik dari Tya Farm mengatakan, buah naga yang ditanamnya itu memang punya keunggulan daripada buah naga di pasaran, yakni rasanya lebih manis. Sebab buah naga di Tya Farm dibudidaya secara organik.

“Semua tanaman buah naga di Tya Farm ini tidak pakai pupuk kimia, sehingga rasa yang dihasilkan lebih manis,” ujar Djakfar.

Tya Farm yang berada di Desa Bakalan Krpayak, Kecamatan Kaliwungu, Kudus itu dirintis sejak 2015 di atas lahan setengah hektar. Menurutnya, dengan kualitas rasa manis tersebut, sehingga orang yang pernah mencicipi pasti tidak ingin beli buah naga di tempat lain.

“Biasanya gitu, setelah nyicipi manisnya buah naga di Tya Farm mereka gak mau beli di tempat lain. Sehingga setiap panen buah nagaku selalu jadi buruan pelanggan,” bebernya.

Selain rasanya, di Tya Farm pembeli bisa memetik buah naga langsung dari pohonnya. Sehingga mereka bisa memilih buah naga yang besar dan yang terbaik. Sedangkan untuk masuk Tya Farm dia tidak mematok uang sepeserpun alias gratis.

Baca juga : Rangsang Pembuahan, Hutan Naga Organik Manfaatkan Teknologi Ultraviolet

“Petik buah itu sebagai daya tarik. Bahkan dulu itu pernah, saya patok harga Rp 15 ribu per kilogram untuk buah naga yang sudah dipetik, dan Rp 20 ribu per kilogram metik sendiri. Anehnya pengunjung malah milih harga Rp 20 ribu asal bisa metik sendiri kok,” ungkapnya.

Dia mengatakan, saat ini tanaman buah naganya sudah masa panen. Saat ini harga buah naga ia jual dengan harga Rp 12 ribu per kilogram. Harga yang dipatok memang lebih murah dari biasanya, hal itu agar buah naga Tya Farm cepat laku terjual.

“Untuk masa panen ini hasilnya cukup bagus. Sebulan bisa panen tiga kali dan saya sudah memanen sekitar setengah ton buah naga,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER