BETANEWS.ID, SOLO – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Muchamad Nabil Haroen meminta pemerintah pusat menggratiskan vaksin booster bagi masyarakat. Desakan ini ia lontarkan sebelum keputusan terkait biaya vaksin dosis ketiga itu resmi diumumkan pada 12 Januari mendatang.
“Kita mintanya gratis. Setelah mendengarkan dari banyak pihak, (terutama) dari para nakes, artinya suara dari masyarakat, ya mintanya gratis. Semoga pemerintah mendengar semua itu,” ujarnya, Kamis (6/1/2022).
Gus Nabil mengatakan, vaksin booster yang akan dipakai nantinya bervariasi, di antaranya Pfizer, Moderna, AstraZeneca dan lainnya.
Baca juga: Sidak Gudang Milik Dinkes, Ganjar Cek Tanggal Kedaluwarsa Vaksin
“Kalau bayar ya macem-macem, tergantung jenis vaksinnya merek apa gitu kan. Ada yang 200 ada yang hampir sejuta lah,” kata dia.
Apapun merek vaksin yang akan dipakai, Gus Nabil mengusulkan agar semuanya digratiskan dan tidak dibeda-bedakan. Hal tersebut disebabkan pelaksanaan vaksin booster yang cukup sulit, serta masyarakat yang belum tentu bersedia untuk divaksin.
“Digratisin aja belum tentu mau apalagi suruh bayar. Khawatirnya lagi kalau tidak digratiskan, ada yang bermain-main. Saya kira ruang anggaran masih besar, cukup untuk menyiapkan vaksin booster gratis,” tuturnya.
Selain itu, ia menyebut bahwa alat kesehatan (alkes) dan obat-obatan yang ada di indonesia 90 persen di antaranya merupakan hasil impor dari luar negeri. Padahal, potensi produksi alkes dalam negeri ini 50 persen, namun yang diserap oleh pemerintah baru 10 persen saja.
“Kita berharap dengan niat yang baik dan keseriusan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan, serapan yang hanya 10 persen bisa naik jadi 20 persen, kemudian nanti jika itu sudah tercapai kita harapkan 50 persen. Karena kalau kemudian alat kesehatan dalam negeri ini tidak diserap, ya kapan kita akan berdikari, kapan kita akan berdaulat dan mandiri,” tandas dia.
Editor: Ahmad Muhlisin

