31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

Soal Rencana Pemerintah Bakal Kenakan Pajak Plastik, Pedagang: ‘Kalau Bisa Dibatalkan’

BETANEWS.ID, SEMARANG – Rencana pemerintah yang akan memberlakukan pajak terhadap plastik membuat pedagang Pasar Bulu Semarang ketar-ketir. Jika plastik diberi pajak, maka komoditas lain akan naik, karena masih banyak pedagang yang menggunakan plastik.

Pedagang sembako Pasar Bulu, Arfi Martinah mengatakan, belum mengetahui kabar soal rencana penerapan pajak terhadap plastik. Namun dia tak sepakat jika plastik diberi pajak oleh pemerintah.

Baca juga : Prodi Perpajakan Unika Soegijapranata Gelar Webinar Tentang PPN Dalam Transaksi Digital

-Advertisement-

“Pembeli dan penjual di Pasar Bulu masih banyak yang menggunakan kemasan plastik,” jelasnya saat ditemui di Pasar Bulu, Sabtu (8/1/2021).

Dia memastikan, jika penerapan pajak plastik dilakukan, akan banyak warga yang protes. Penerapan pajak terhadap plastik akan memicu komoditas lain ikut naik. Dampak secara langsung akan dirasakan oleh pedagang tradisional karena masih banyak yang menggunkan plastik.

“Lihat saja, ini kemasan makanan masih menggunakan plastik semua dari pabriknya,” katanya menunjukan makanan yang dia jual.

Dia beranggapan, plastik masih menjadi barang utama sebagai pembungkus belanjaan di pasar. Plastik akan sulit dihilangkan di pasar tradisional.

Sementara itu, penjual plastik di Pasar Bulu, Ahmadi mengaku, banyak konsumen yang keberatan soal rencana tersebut. Sejauh ini harga plastik juga sudah beberapa kali naik. Jika ada pajak, dia memperkirakan harga plastik akan naik lagi.

“Selama ini sudah naik namun sedikit,” ujarnya.

Baca juga : Sembako Bakal Kena PPN, Pedagang : ‘Tak Ada Pajak Aja Sulit, Apalagi Dikenakan Pajak’

Dia mempercayai meski plastik nantinya akan diberi pajak, penjualan plastik tak akan turun. Hal itu dikarenakan plastik masih menjadi barang pokok untuk mengemas makanan. Saat ini saja dalam satu hari dia bisa menjual 1 kuintal plastik.

“Selama ini saya sudah mendengar, kalau bisa dibatalkan,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER