31 C
Kudus
Minggu, Mei 22, 2022
spot_img
BerandaKisahPernah Jadi Kuli...

Pernah Jadi Kuli Bangunan Hingga TKI, Kini Hasan Sukses Jualan Gethuk Goreng dan Punya Lima Cabang

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan Suryo Kusumo, tepatnya 50 meter sebelah barat trafic light Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, tampak sebuah gerobak. Di dalam gerobak tampak gethuk bulat ditaruh di nampan. Sedangkan di samping gerobak, terlihat seorang pria yang sedang menggoreng getuk. Pria tersebut yakni Hasan Saputra (25) penjual Gethuk Goreng Maju Jaya.

Sembari beraktivitas, pria yang akrab disapa Hasan itu sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut. Dia mengatakan, mulai merintis usaha jualan getuk goreng di tepi jalan sejak tiga tahun yang lalu. Usaha yang dirintis dari modal uang sumbangan nikahannya itu, kini sudah punya lima cabang.

Hasan Saputra sedang melayani pembeli getuk goreng. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga : Getuk Goreng, Camilan Manis yang Laris saat Musim Hujan

- Ads Banner -

“Alhamdulillah usaha jualan getuk goreng ini berjala lancar dan laris. Kini saya sudah punya lima cabang. Satu di antaranya di sebelah barat lampu merah Jepang, yang baru buka dua hari yang lalu,” ujar Hasan kepada Betanews.id, Kamis (13/1/2022).

Warga RT 1, RW 5, Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus itu berkisah, sebelum memilih jalan untuk berwirausaha, Hasan dulu pernah mencoba berbagai kerjaan. Usai lulus sekolah, Hasan mengaku pernah jadi buruh bangunan.

“Saat itu, saya kerja jadi buruh bangunan selama sebulan. Setelah itu aku kerja jadi TKI di Taiwan jadi pelayaran dengan kontrak dua tahun. Namun sayangnya saya tidak betah, tujuh bulan kapal mendarat saya pun pulang ke Indonesia,” ungkapnya.

Sampai di Indonesia, Hasan pun mencari peruntungan kerja di pabrik. Namun, karena tidak suka kerja terikat, ia pun memutuskan untuk keluar. Tak ingin jadi pengangguran, Ia pun kemudian kerja lagi jadi buruh bangunan.

“Pokoknya kerjaan apa saja saya lakoni yang penting halal. Saat kerja bangunan itu pun, saya memutuskan untuk menikahi pacarku. Saya nekat saat itu, walau masih kerja serabutan,” terangnya.

Setelah menikah, karena ingin punya kehidupan yang lebih baik, ia pun mulai merintis usaha jualan getuk goreng. Menurutnya, ide jualan getuk goreng terinspirasi dari kakak iparnya.

“Ide dari kakak iparku. Sebab, kakak iparku punya usaha serupa dan laris. Dari situ saya pun memulai usaha jualan getuk goreng. Modalnya itu, uang sumbangan nikahan,” ungkapnya.

Dia mengatakan, usahanya tersebut diberi nama Gethuk Goreng Maju Jaya. Dijual dengan harga yang sangat terjangkau yakni Rp 500 per biji. Karena laris dan banyak diminati, usahanya tersebut lambat laun mulai berkembang. Saat ini ia sudah punya lima cabang.

Baca juga : Getuk Nyimut Saus Alpukat di Pondok Getuk Pak San Ini Tarik Banyak Pengunjung Tiap Hari

Yakni, di samping Lapangan Rendeng, Taman Jetak Kaliwungu tepatnya belakang puskesmas, kemudian sebelah utara lampu merah Perempatan Jember Kudus. Ada juga di Karangmalang, Kecamatan Gebog dan satunya lagi di sebelah barat lampu merah Desa Jepang, Mejobo, Kudus.

“Gethuk Goreng Maju Jaya ini lumayan laris. Setiap harinya mampu menjual seribu biji getuk di setiap cabangnya,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler