31 C
Kudus
Minggu, Mei 22, 2022
spot_img
BerandaKulinerGetuk Goreng, Camilan...

Getuk Goreng, Camilan Manis yang Laris saat Musim Hujan

BETENEWS.ID, KUDUS – Hari itu, sejak pagi cuaca mendung menggelayut di atas Kota Kretek. Sesekali hujan lebat dan rintik-rintik turun secara gantian. Namun, hujan tersebut tak menyurutkan Hasan Saputra (25) yang berada di tepi Jalan Suryo Kusumo, tepatnya di sebelah barat lampu merah Perempatan Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, untuk terus beraktivitas. Dia tetap memproduksi getuk goreng, karena saat musim hujan jualannya itu makin laris.

Di samping gerobak sederhananya, pria yang tercatat sebagai warga Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kudus itu, terlihat mengambil adonan yang berbahan singkong. Kemudian dengan cekatan, dia menjumput adonan dengan tangan yang sudah terbungkus plastik. Dibuatlah adonan itu bentuk bulat dan dalamnya dikasih gula pasir.

Hasan sedang melayani pembeli. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga : Getuk Dalangan, Kuliner Legendaris di Kudus yang Sehari Bisa Terjual Seribu Bungkus

- Ads Banner -

“Saat musim hujan begini, penjualan getuk goreng yang saya beri nama Maju Jaya ini makin laris. Omzetnya bisa dua kali lipat dibanding saat jualan di musim kemarau,” ujar pria yang akrab disapa Hasan kepada Betanews.id, Kamis (13/1/2022).

Benar saja, meski hujan lumayan deras getuk goreng yang dijual Hasan dengan harga Rp 500 per biji itu pun silih berganti didatangi pembeli. Stok getuk goreng matang yang berada di nampan plastiknya pun mulai berkurang.

Ia pun terus membentuk adonan jadi bulat sebesar bola pimpong. Setelah dirasa cukup dan dapat beberapa nampan, adonan itu pun dimasukan ke wajan yang lumayan besar, untuk digoreng.

“Jumlah getuk untuk sekali goreng jumlahnya sekitar 140 biji. Lama waktu menggoreng sekitar 10 menit, getuk pun sudah matang,” terangnya.

Hasan mengatakan, adonan getuknya itu terbuat dari singkong berkualitas. Serta adonan tersebut sudah manis, karena memang saat bikin adonan sudan diberi gula. Namun, agar rasanya makin manis, getuk diberi isian gula pasir.

“Gula pasir itu nanti saat getuk digoreng dan matang, jadinya gula lumer. Sehingga makin terasa manis dan nikmat,” ungkap Hasan sembari tersenyum.

Baca juga : Sehari Pak San Bisa Habiskan 80 Kilogram Ketela untuk Bikin Getuk Nyimut

Karena rasanya tersebutlah, usaha getuk yang dirintisnya sejak tiga tahun lalu itu laris manis. Bahkan saat ini ia sudah punya lima cabang. Menurutnya, di musim hujan, Gethuk Goreng Maju Jaya makin laris dan penjualan naik dua kali lipat.

“Getuk goreng memang cocok disantap saat musim hujan. Apalagi ditambahkan sebagai teman ngopi atau teh, jadi bikin nikmat,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler