31 C
Kudus
Senin, Oktober 25, 2021
spot_img
BerandaKulinerGetuk Dalangan, Kuliner...

Getuk Dalangan, Kuliner Legendaris di Kudus yang Sehari Bisa Terjual Seribu Bungkus

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang perempuan tua terlihat cekatan mengambil beberapa irisan getuk dan membungkusnya dengan daun pisang. Getuk yang dikasih juroh dan irisan kelapa itu begitu diminati banyak orang. Hal itu terlihat dari antrean pembeli dan datangnya yang hampir tak pernah putus. Perempuan tua tersebut yakni Suwarni (64) penjual Getuk Dalangan, getuk legendaris di Kudus.

Sembari tetap melayani pelanggan, warga Dukuh Dalangan RT 3 RW 5, Kelurahan Barongan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus itu sudi berbagi kisah tentang usahanya. Dia mengatakan, jualan getuk tersebut merupakan usaha warisan orang tuanya. Sedangkan, ia mulai melanjutkan untuk jualan getuk sejak 1981.

Mbah Suwarni sedang melayani pembeli. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga : Getuk Nyimut Saus Alpukat di Pondok Getuk Pak San Ini Tarik Banyak Pengunjung Tiap Hari

- Ads Banner -

“Saya ini generasi kedua, saya sendiri mulai melanjutkan jualan getuk itu sejak tahun 1981. Berarti Getuk Dalangan ini sudah ada lebih dari 40 tahun,” ujar Suwarni kepada Betanews, Senin (20/9/2021).

Ada lima macam yang dijual oleh Suwarni. Selain getuk, ada puli, ketan, mata belong dan lupis. Kelimanya bisa dibeli per bungkus, isinya hanya satu macam, atau bisa dicampur. Untuk harga sangat terjangkau dan tak akan bikin kantong jebol.

“Harganya sangat murah kok. Satu bungkus Getuk Dalangan harganya hanya Rp 2500,” beber nenek dari 10 cucu tersebut.

Getuk Dalangan memang disukai masyarakat sejak dulu, bahkan saat masih dijual orang tuanya. Meski di dalam gang, rumah yang jadi tempat berjualan itu selalu ramai setiap hari. Pelanggannya pun tidak hanya orang Kudus saja, ada juga pelanggan dari Jepara, Demak, Semarang, Pati dan daerah lainnya.

“Tidak hanya orang pribumi saja, warga Tionghoa juga banyak yang suka dengan Getuk Dalangan. Pas ramai gitu biasanya saya bisa jual seribu bungkus getuk. Kalau lagi sepi paling 400 bungkus,” ungkapnya.

Menurutnya, selain perorangan terkadang ia juga dapat pesanan getuk dari perusahaan-perusahaan dan instansi lain di Kudus. Biasanya mereka pesan sewaktu hari ulang tahun perusahaan atau ada acara lainnya. Biasanya mereka pesan untuk dibuatkan tumpeng dari getuk.

Baca juga : Tak Mau Durhaka, Eky Keluar Kerja Demi Ibunya dan Rintis Usaha Getuk Cilik yang Lagi Hits

“Ya kami sering dapat pesanan tumpeng getuk. Mereka banyak yang suka dengan tumpeng getuk. Selain itu kami juga sering dapat pesanan untuk acara lamaran,” ujarnya.

Dia berharap, Getuk Dalangan bisa selalu diterima masyarakat. Sehingga getuk yang dijualnya masih bisa bertahan di antara jajanan kekinian yang makin marak.

“Harapannya, getuk kami masih selalu diminati banyak orang. Sehingga makin laris dan bisa bertahan terus,” harap Suwarni.

Editor : Kholistiono

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,023PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
62,220PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler