BETANEWS.ID, KUDUS – Gerobak warna hijau dan kuning yang bertuliskan Nasi Kuning Bu Sri terlihat di tepi Jalan Kudus-Purwodadi, Desa Wates, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Beberapa pembeli tampak berdiri mengerubuti gerobak, menunggu seorang wanita di sana yang dengan cekatan membungkus nasi.
Pagi itu, Wanita bernama Sri Sukarti (52) tersebut terlihat begitu sibuk. Tangan paruh bayanya masih tampak cekatan membungkus puluhan nasi untuk pelanggannya yang datang silih berganti. Menurut pengakuannya, ia sering berjualan hanya dalam waktu sejam saja, lantaran dagangannya cepat ludes.

“Biasanya kalau berjualan mulai dari pukul 6.00 WIB. Alhamdulillah pukul 7.00 WIB sudah habis,” beber Bu Sri kepada betanews.id, Kamis (30/12/2021).
Baca juga: Nasi Aking jadi Primadona Baru Warga Kudus untuk Sarapan, Sering Ludes Dalam Sejam
Tak hanya dari wilayah Undaan saja, Sri menyebutkan bahwa pelangganya itu ada yang dari Kecamatan Jati, Bae, bahkan Sukolilo, Pati. Untuk melayani pembelinya itu, setiap hari ia memasak beras hingga empat kilogram.
“Kalau dibandingkan sebelum pandemi ini ada penurunan drastis. Karena sebelumnya bisa menghabiskan 8 sampai 10 kilogram beras. Pernah saya mencoba untuk menambah porsi, tapi habisnya sampai siang. Jadi untuk saat ini hanya memasak 4 kilo beras,” jelas ibu 6 anak tersebut.
Baca juga: Saking Larisnya, Syarif Kini Sudah Miliki Empat Gerobak untuk Jualan Jadah Bakar
Usaha yang sudah berjalan selama dua tahun itu, lanjutnya, menyediakan nasi kuning porsi kecil dan porsi besar, bakwan, dan tahu. Ia juga bisa melayani pemesanan dalam skala besar maupun kecil. Jika berminat bisa menghubungi nomor WhatsApp 0857 8203 4957.
“Untuk harga nasi kuning yang porsi kecil Rp4 ribu dan porsi besar Rp6 ribu. Sedangkan untuk gorengan bakwan dan tahu Rp1 ribu per bijinya,” rinci warga Desa Wates RT 3 RW 3, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus itu.
Editor: Ahmad Muhlisin

