31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Nasi Aking jadi Primadona Baru Warga Kudus untuk Sarapan, Sering Ludes Dalam Sejam

BETANEWS.ID, KUDUS – Lapak penjual makanan di Perempatan Persatuan Perusahaan Rokok Kudus (PPRK) Desa Glantengan, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus itu tampak dikerebuti warga. Mereka datang silih berganti untuk mendapatkan Nasi Aking Godong Jati yang jadi primadona baru warga Kudus untuk sarapan.

Hanya dalam beberapa jam saja, lapak yang menggunakan motor roda tiga itu habis dibeli pembeli. Menyisakan seorang wanita di sana, yang kemudian beberes untuk segera pulang. Wanita itu adalah Amida Ulfa Fauziah (26), Penjual Nasi Aking Godong Jati.

Lapak Nasi Aking Godong Jati yang laris manis diburu warga Kudus untuk sarapan. Foto: Rabu Sipan

Wanita yang akrab disapa Mida itu menjelaskan, sejak buka lapak dua tahun lalu, usaha makanan jadulnya itu memang makin digemari warga Kudus. Setiap pagi, sego aking yang dijualnya tersebut laris manis diburu para pembeli. Bahkan sekarang sudah punya dua lapak, yaitu di PPRK dan sebelah Utara Poroliman Barongan.

-Advertisement-

“Justru yang pertama itu yang di Poroliman Barongan. Kalau yang di PPRK ini cabangnya,” beber Mida, Kamis (11/11/2021).

Baca juga: Menikmati Bubur Ayam Semarang Pakai Kuah Opor di Kudus

Menurutnya, untuk membuat nasi aking dibutuhkan proses yang lama. Nasi aking dibuat dari nasi yang dikeringkan atau karak. Setelah benar-benar kering, karak tersebut direndam selama lima jam, baru kemudian dicuci sampai bersih.

“Untuk pencuciannya juga cukup lama sekitar satu jam dengan air kran yang selalu mengalir. Setelah benar-benar bersih karak itu direndam lagi semalaman, baru fajarnya siap dimasak,” kata Warga Desa Singocandi, Kecamatan Kudus itu.

Untuk memasaknya juga harus pakai kompor atau api tidak bisa menggunakan magic com. Sebab kalau menggunakan magic com terkadang tidak jadi. Untuk mendapatkan rasa yang gurih, nasi aking bisa dicampur parutan kelapa. Namun jika tidak suka dikasih parutan kelapa, ia juga menyediakan nasi aking orisinal.

“Untuk penyajian, nasi aking kami jual dengan berbagai bubuhan dan lauk. Di antaranya, orak-arik pedo, urap, semur jengkol, sambal bawang, telur dadar, mendoan, serta tempe gembus,” rinci ibu dari satu anak tersebut.

Baca juga: Bandar Seafood, Surganya Pecinta Seafood dengan Aneka Pilihan Saus

Untuk harga, kata dia, sego aking plus sambal dijual dengan harga Rp 3 ribu. Sego aking sambal dan pedo atau urap harganya Rp 4 ribu. Sedangkan nasi aking komplet yakni ada tambahan pedo, urap dan jengkol dipatok dengan harga Rp 6 ribu.

“Saya jualan mulai pukul 05.30 WIB sampai habis. Namun biasanya tidak sampai siang sudah habis. Apalagi saat hari Jumat, satu jam sudah habis semua,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER