BETANEWS.ID, SOLO – Pembangunan rel layang Joglo yang ditandai dengan groundbreaking atau peletakan batu pertama akan dilaksanakan, Sabtu, 8 Januari mendatang. Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menjelaskan, pembangunan rel layang akan sangat membantu mengurai kemacetan dan memepermudah kegiatan ekonomi di Kota Solo.
“Apabila nanti selama masa pembangunan konstruksi sedikit ada keluhan, silakan disampaikan ke Call Center yang sudah disiapkan dan bisa juga WA saya. Tetap semuanya akan kita tanggapi,” tuturnya, usai Sosialisasi Pembangunan Jalur Kereta Api Elevated Joglo di Bale Tawangarum, Balai Kota Solo, Selasa (4/1/2022).
Gibran juga menyampaikan terima kasih pada warga sekitar atas dukungan yang diberikan. Ia berharap, pembangunan rel layang kereta api tersebut rampung tepat waktu pada 2023 mendatang, sebelum masa jabatan wali kota habis apada 2024.
Baca juga: Tata Koridor Gatsu, Gibran : ‘Tak Jamin, Gak Mungkin Tambah Sepi’
“Tadi dari kelompok kerja (Pokja) dari RT, RW, Camat, Lurah semuanya sudah kompak. Semua sudah disampaikan tadi. Nggak ada kendala, warga mendukung semuanya. kemarin pas pemindahan warga juga mendukung semuanya. tidak ada penolakan-penolakan,” kata Gibran.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Tengah, Putu Sumarjaya menambahkan, titik awal pembangunan akan dilakukan persis di dekat simpang Joglo. Di lokasi tersebut akan dibangun pilar atau pondasi yang berjenis bore pile dan bukan dengan paku bumi.
Putu menyebut, pembangunan fase pertama ini menggunakan anggaran Rp980 miliar. Adapun pada tahap ini, yang akan dibangun mulai dari Gilingan dan turun sebelum Stasiun Kadipiro dengan panjang 1,3 kilometer.
“Akan ada beberapa paket seperti elevated rail, tidak elevated, pembangunan jembatan dan jalur ganda,” tutur Putu.
Baca juga: Soal Penataan Koridor Gatsu, Pedagang Kirim Surat ke Gibran, Tak Setuju Konsep Night Market
Kemudian, jalur ganda yang dibangun merupakan paket keseluruhan dari Solo sampai Semarang dengan fase 1 dari Solo Balapan sampai Kalioso yang terbentang sepanjang 7 kilometer.
“Jalur kereta api bakal digeser ke kanan karena akan dibangun pondasi pada rel kereta api existing. Rel hanya dipindahkan dan tidak dibongkar karena tetap digunakan untuk lalu lintas Kereta Api, ada sekitar 60 perjalanan KA,” lanjut Putu.
Lebih lanjut, Putu menjelaskan bahwa dalam pengerjaan proyek tersebut akan dilaukan penutupan di satu jalur jalan di Simpang Joglo pada akhir 2022. Menurutnya, hal tersebut akan memberikan dampak pada lalu lintas.
“Sesuai timeline, pada akhir 2022 akan ditutup karena memang cukup kompleks pengerjaannya, karena alat yang digunakan untuk mengangkat cukup besar,” tandas dia.
Editor: Ahmad Muhlisin

