BETANEWS.ID, SOLO – Lapak pedagang yang berada di kawasan Stadion Manahan Solo itu tampak ramai pembeli di lapak-lapak jualan. Salah satu yang ramai adalah penjual es puter. Di sana, seorang pria tampak sibuk melayani beberapa pembeli yang mangentre. Ia adalah Erik (35), pemilik Es Puter Aneka Rasa Pak Sis.
Berbeda dengan es puter pada umumnya, Es Puter Aneka Rasa Pak Sis menyediakan bebagai varian rasa yang totalnya ada 11. Erik mengatakan, setiap miggunya ia selalu mengubah varian rasa agar selalu menarik pembeli.

“Setiap mingguanya kita gonta-ganti rasa. Seperti saat ini kita punya rasa kopyor, cokelat, oreo, durian. Kadang-kadang kita punya alpukat, buah naga, ada moka ada macam-macam,” kata dia, Sabtu (1/1/2022).
Baca juga: Laris Diburu Pembeli, Bakso Bakar Pak’e Ida Ini Terjual Seribuan Tusuk Sehari
Cara membuatnya pun masih menggunakan metode lama, yakni menggunakan garam dan juga es batu. Meski demikian, sekarang sudah lebih canggih dengan menggunakan mesin dinamo yang bisa memutar tabung.
“Karena sekarang cari tenaga yang bisa buat es puter juga susah. Makanya kita pakai mesin dinamo yang bisa muter sendiri. Jadi sekarang pakai mesin tapi masih tetap tradisional pakai garem sama es itu,” ujarnya.
Namun, bagi para pecinta es puter ini perlu bersabar, karena hanya buka empat hari saja dalam seminggu, yakni mulai Kamis hingga Minggu dari pukul 11.00 hingga 16.00 WIB.
“Harganya kita paling murah di Solo, yakni Rp5 ribu, Rp8 ribu dan Rp10 ribu,” rinci Erik.
Baca juga: Es Durian Klepon, Sensasi Rasa Unik dan Berbeda yang Cuma ada di Dapoer Gentong
Pada musim panas, Erik mengaku bisa menjual dua hingga tiga tabung per hari. Namun, pada saat musim penghujan seperti saat ini ia hanya bisa menjual dua tabung saja.
“Ramainya biasanya hari Minggu, karena Manahan ramai. Banyak orang lari-lari, jalan-jalan. Manahan kan juga kaya jujugan (tujuan), ‘yok jajan di manahan’ gitu biasanya,” ujarnya.
Di usaha turun temurun itu, Erik memang tak berniat mengubah resepnya. Bahkan, Erik juga masih menggunakan alat-alat yang dulu digunakan sang ibu untuk membuat es puter.
“Omzet nggak tentu juga sih. Kalau weekend bisa sampai Rp1 juta. Makanya yang ditunggu-tunggu (untuk jualan) ya Sabtu Minggu,” tandas Erik.
Editor: Ahmad Muhlisin

