31 C
Kudus
Minggu, Mei 22, 2022
spot_img
BerandaBisnisDihargai Rp7 Juta,...

Dihargai Rp7 Juta, Ini Wujud Sangkar Raja Beserta Filosofi Ukirannya

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa sangkar burung perkutut tampak terpajang di Mebel Soko Gang 6 Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Sangkar-sangkar berbagai model tersebut terlihat mewah dengan berbagai ukiran dan motif. Namun di antara itu semua, ada satu yang menarik perhatian, yakni Sangkar Raja.

Mustakim Jesi, pemilik Mebel Soko bersedia menjelaskan karya terbarunya yang penuh filosofi di setiap ukirannya itu. Makna yang terkandung ibarat doa bagi pemilik sangkar.

Jesi sedang membuat sangkar burung perkutut. Foto: Rabu Sipan

“Karena kesan mewah dan penuh filosofi itulah, Sangkar Raja banyak peminatnya. Bahkan stok yang ada dan yang saya bikin ini sudah pesanan pelanggan semua,” ujarnya, Sabtu (8/1/2022).

- Ads Banner -

Dari bagian atas yaitu gantungan, ia beri ukiran motif nanas. Filosofinya adalah, bahwa di kehidupan itu tidak bisa langsung enak dan mapan, harus ada perjuangan.

“Itu dilambangkan buah nanas. Sebab setiap akan menikmati buah nanas kita harus mengupas kulitnya bahkan sampai dua kali,” bebernya.

Baca juga: Mewah dan Full Ukiran, Sangkar Perkutut Karya Warga Kudus Ini Peminatnya Hingga Luar Negeri

Kemudian, Sangkar Raja itu terdapat mahkota yang melambangkan kewibawaan dan derajat yang tinggi. Di mahkota sangkar itu dihiasi motif padi yang melambangkan rejeki. Ada juga hiasan diamond fosfor sebagai lambang keindahan, kemewahan, dan kemegahan.

“Diamond fosfor itu variasi yang identik dengan Sangkar Raja. Karena Sangkar Raja itu klasik tapi kesannya mewah. Berbeda dengan klasik yang untuk rakyat jelata,” terangnya.

Dibagian bawah mahkota, lanjut Takim, terdapat ukir lung-lungan yang melambangkan bahwa manusia itu mahluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Dia harus kerja sama dengan orang lain untuk meraih kejayaan dan kesuksesan.

Di bawahnya lagi ada soko sebagai penyangga mahkota sangkar yang diukir motif dadung. Maksudnya, dadung itu sebagai tali pengikat, yakni pengikat keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Harapannya agar manusia itu jangan lepas keimanannya terhadap Tuhan.

“Di soko itu juga ada ukiran bunga melati dan daun kluweh. Maksudnya, saat kita selalu beriman kepada tuhan maka kita akan suci dan wanginya semerbak ibarat melati. Jika tekun berusaha dan selalu ingat Tuhan, maka kita akan diberi rejeki yang banyak sampai luweh-luweh, yang dilambangkan daun kluweh,” ungkapnya.

Selanjutnya, bagian blandar sangkar diukir simbol kewibawaan yang berupa kerang bersayap. Kerang adalah hewan yang selalu diam dan bertapa untuk menghasilkan mutiara.

“Filosofinya adalah, agar keinginan kita bisa terwujud, selain usaha adalah berdoa dan bertirakat. Mirip kerang yang mampu menghasilkan benda yang indah dan berharga yakni mutiara,” kata Takim.

Baca juga: Sangkar Raja yang Mewah Ini Paling Cocok untuk Perkutut Berkaturanggan

Pintu sangkar diukir berbentuk mahkota raja, ada variasi motif kuncup bunga melati. Serta pintunya berbentuk kelir yang melambangkan pembuka dan penutup. Kemudian bagian soko bawah diukir cengkeh, sebagai penanda bahwa Sangkar Raja ini hasil karya orang Kudus.

“Cengkeh kan identik dengan Kota Kretek. Dari ukir motif cengkeh itu saya ingin memberi tanda bahwa perajin Sangkar Raja yang megah dan mewah itu orang Kudus,” beber Takim.

Selain harapan dan doa yang bagus, Sangkar Raja juga disematkan motif untuk tolak balak pada soko bawah, yakni berupa tanaman alang-alang. Artinya motif alang-alang menghalangi sesuatu yang buruk.

“Harapannya pemilik terhindar dari sesuatu yang buruk, atau kesialan,” ungkapnya.

Dibagian bawah atau tebok sangkar ada ukir motif air hujan. Filosofinya adalah agar rezeki pemilik  mengalir deras seperti air hujan. Menurutnya, harapan keseluruhan dari Sangkar Raja agar burung perkutut yang dipelihara bisa menyatu.

“Sebab burung perkutut itu burung tua yang penuh misteri dan punya kekuatan alam. Jika kekuatan alam itu menyatu dengan pemilik sangkar, maka akan datang berbagai keberuntungan dari Sang Maha Kuasa,” ujarnya.

Dia mengatakan, proses pembuatan Sangkar Raja sangat rumit dan butuh kejelian. Bahkan untuk menyelesaikan satu Sangkar Raja ia butuh waktu hingga tiga bulan.

“Harga Sangkar Raja saya banderol mulai Rp3,5 juta sampai Rp7 juta,” tandas Takim.

Editor: Ahamd Muhlisin

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler