BETANEWS.ID, KUDUS – Ada pemandangan yang berbeda saat pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun di SDN 2 Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, pada Rabu (5/1/2022). Di tempat tersebut, tidak hanya anak-anak yang ikut vaksin, tetapi ada juga lansia yang saat itu mengantarkan cucunya juga ikut vaksin.
Melihat hal itu Bupati Kudus HM Hartopo mengapresiasi inovasi yang dilakukan tersebut. Meski vaksinasi anak terus digenjot untuk kejar target, langkah percepatan vaksinasi lansia juga turut dikejar.

Baca juga : Kurang dari 10 Hari, Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun di Kudus Capai 16,33 Persen
“Di sini bagus sekali. Ada inovasi, bisa menarik lansia agar mau divaksin. Ini sebuah inovasi yang bagus dan ini patut ditiru untuk yang lain. Sekalian nganter, yang belum divaksin bisa ikut vaksin,” kata Hartopo, Rabu (5/7/2021).
Hartopo menyampaikan, untuk vaksinasi bagi lansia di wilayahnya, juga dilakukan secara door to door.
Kemudian, demi melancarkan prose vaksinasi bagi anak-anak, Hartopo meminta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus diminta untuk lebih aktif berkoordinasi dengan kepala desa untuk menyediakan fasilitas dan mobilisasi agar anak masuk sekolah.
“Kalau sudah masuk sekolah, nanti tinggal penyuntikan (vaksin),” katanya.
Saat melakukan pantauan vaksinasi anak di SDN 2 Jati tersebut, Hartopo menyebut tidak menemukan kendala yang berarti. Saat berbincang dengan tim vaksinator, pihaknya mengingatkan agar saat skrining anak-anak bisa dipastikan kesehatannya. Begitu pula setelah anak-anak divaksin juga harus terus dipantau.
Baca juga : Hartopo Targetkan Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun Selesai dalam Sebulan
Pihaknya menargetkan, vaksinasi anak bisa segera terselesaikan. Meski tidak bisa 100 persen, tapi paling tidak mereka yang bisa mendapatkan vaksin.
“Yang tidak selesai itu kan karena ada di dalam skrining, ada permasalahan yang menyebabkan harus ditunda. Tapi segera diselesaikan,” tandasnya.
Editor : Kholistiono

