Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah memperikirakan akan terjadi siklus La Nina sepanjang November tahun ini, hingga April 2022. Puncaknya pada Januari mendatang, diperkirakan curah hujan meningkat hingga 70 persen dibanding tahun sebelumnya.

Hal itu dinyatakan Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Giyarto, saat ditemui Tim Liputan Khusus Beta News, di kantornya beberapa waktu lalu.

Giyarto, Koordinator Bidang Observasi dan Informasi St. Met. A Yani BMKG Jateng. Foto: Kaerul Umam

sejak November 2021 hingga April 2022 di Kabupaten Kudus dan Pati berpotensi terjadi hujan lebat, meningkat hingga 70 persen dari biasaya

Giyarto, Koordinator Observasi St. Met. A Yani

Dia menjelaskan, secara umum La Nina akan melanda wilayah Indonesia, tak terkecuali wilayah di Jawa Tengah, termasuk sejumlah kabupaten di Muria raya. Fenomena global La Nina ini akan terjadi pada klasifikasi lemah hingga sedang.

Banner Ads

“Dengan kondisi tersebut, sejak November 2021 hingga April 2022 di Kabupaten Kudus dan Pati berpotensi terjadi hujan lebat, meningkat hingga 70 persen dari biasaya. Hujan tersebut juga dibarengi angin kencang,” ujar Giyarto kepada Tim Liputan Khusus Beta News.

Giyarto menekankan, La Nina bukanlah badai, tapi sebuah fenomena alam. Kondisi di mana suhu permukaan Samudera Pasifik bagian tengah lebih dingin dari pada saat normal. Hal tersebut akan medorong suhu lebih hangat di wilayah perairan di Indonesia, di bagian selatan, utara, termasuk di Jawa Tengah.

“Kita tau negara Indonesia berada di antara samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Ketika permukaan samudera Pasifik itu lebih dingin daripada suhu normalnya, dia akan mendorong udara hangat ke wilayah Indonesia. Sehingga pertumbuhan awan, yang ada di wilayah Indonesia, khususnya Jawa Tengah (Jateng) juga meningkat,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan