Apel siaga tersebut kata dia, untuk sinergitas dalam upaya penanggulangan bencana alam. Utamanya kalau di Kabupaten Pati adalah bencana banjir. Ternyata dua hari setelah apel tersebut, di beberapa Kecamatan di Pati terjadi bencana alam banjir. Di antaranya di Kecamatan Jakenan, Kecamatan Tambakromo, kemudian Kecamatan Wedarijaksa dan Kecamatan Gabus.

“Karena sudah kami siagakan, banjir bandang yang terjadi akibat tanggul jebol dan luapan anak sungai itu segera teratasi. Tidak ada korban jiwa dan tanggul yang jebol segera diperbaiki oleh masyarakat, TNI, Polri serta relawan dari BPBD Pati,” ujar Haryanto, saat ditemui Tim Liputan Khusus Beta News, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, banjir yang terjadi tersebut karean curah hujan tinggi. Sehingga debit air tak mampu ditampung oleh sungai yang bermuara di Sungai Juana. Karena banyaknya debit air tersebut mengakibatkan tanggul jebol dan air meluap ke pemukiman warga. Di musim penghuja ini, Haryanto menghimbau agar warganya selalu siaga terhadap bencana banjir, entah itu banjir bandang atau pun banjir menggenang.

Banner Ads

“Selain itu warga juga sudah kami himbau agar jangan membuang sampah sembarangan. Apalagi membuang sampah ke sungai, termasuk sampah pertanian,” ungkapnya.


Tim Lipsus 12: Rabu Sipan (Reporter/Host), Ahmad Rosyidi, Kaerul Umam (Reporter/Videografer), Suwoko (Editor), Andi Sugiarto (Video Editor), Manarul Hidyat (Videografis), Lisa Maina Wulandari (Translator), Ludfi Karmila (Transkriptor) Dian Ari Wakhidi (Perlengkapan)

Tinggalkan Balasan